Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ikatan Remaja Muslimah Bojonegoro, Ajak Perempuan Berperan Aktif Kegiatan Sosial

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 9 April 2024 | 19:00 WIB
BERBAGI: Ikatan Remaja Muslimah bagi takjil kepada masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERBAGI: Ikatan Remaja Muslimah bagi takjil kepada masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Ikatan Remaja Muslimah Bojonegoro berdiri sejak 2021, mengajak perempuan berperan aktif kegiatan sosial. Seleksi dilakukan setiap Ramadan


YANA DWI KURNIYA WATI, Radar Bojonegoro


MENGIKUTI kompetisi merupakan hal menarik dan menantang bagi sebagian orang. Terkhusus remaja yang selalu ingin mencoba dan mengeksplor hal baru. Agar yakin bisa melampaui batas maksimalnya. Salah satunya melalui ajang pemilihan remaja muslimah pertama di Bojonegoro.

Diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Muslimah Bojonegoro yang didirikan Wilda Wahyu.

Ketua Ikatan Remaja Muslimah Bojonegoro Wuna Arsita Tri K mengatakan, ajang pemilihan ini sejak 2021. Tujuannya mencari bibit unggul untuk menjadi pelopor perempuan yang aktif berperan di kegiatan sosial masyarakat.

‘’Setiap tahun hampir sekitar 50 pendaftar. Syaratnya wajib domisili Bojonegoro,’’ tutur perempuan asal Kelurahan Subang, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.

Perempuan 23 tahun itu melanjutkan, fokus ajang pemilihan atau komunitas tersebut untuk terjun berkegiatan di masyarakat. Baik di bidang sosial maupun budaya. Setiap pemenang ajang pemilihan harus menjalankan program kerja selama setahun ke depan.

Di antaranya santunan anak yatim piatu, mengadakan lomba di sekolah, mengajar di masyarakat, aksi sosial di sekolah luar biasa (SLB), hingga outbond bersama anak yatim piatu. ‘’Kalau kegiatan internal ada pelatihan catwalk, beauty class, bonding antar anggota, dan public speaking,’’ tambahnya.

Wina sapaan akrabnya menuturkan, dalam perjalanan terjun ke masyarakat tidak selalu mulus. Ada kendala dan tantangan dihadapi. Seperti  kesibukan masing-masing anggota. Karena ada yang kuliah di luar kota hingga sibuk bisnis atau merintis usaha.

Meski demikian, ungkap dia, masih bisa diatasi dengan komunikasi. Saling mengerti dan membantu. ‘’Kuncinya tidak ada senioritas. Agar tidak ada yang merasa paling tinggi,’’ tegas pemenang remaja muslimah angkatan pertama itu. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Sosial #muslimah #Perempuan #Budaya #SLB #remaja #Ikatan #bojonegoro #kegiatan sosial #Santunan #pemilihan