RADARBOJONEGOGRO.JAWAPOS.COM - Kalau kamu sering nonton drama Korea bertema dunia kerja seperti Misaeng, Forecasting Love and Weather, atau Business Proposal, pasti nggak asing lagi dengan sebutan seperti sajangnim atau bu-jang.
Istilah-istilah ini bukan sekadar panggilan, melainkan cerminan hierarki sosial dan budaya kerja Korea Selatan yang sangat menghormati senioritas dan jabatan.
Dalam budaya Korea, penambahan akhiran “-nim” (님) digunakan sebagai bentuk penghormatan. Jadi kalau seseorang memanggil “Kim Sajangnim”, itu artinya ia sedang berbicara dengan sopan kepada seseorang bernama Kim yang menjabat sebagai presiden perusahaan.
Tapi ternyata, “sajangnim” bukan satu-satunya istilah yang sering muncul di kantor Korea. Ada belasan gelar dan panggilan lain yang punya makna spesifik dan bisa membantu kamu lebih paham konteks percakapan di drakor.
Berikut ini penjelasan 15+ istilah jabatan dan panggilan kantor dalam bahasa Korea Selatan yang wajib kamu tahu!
1. Hwe-jang (회장) — Chairman atau CEO
Hwe-jang adalah posisi tertinggi dalam struktur perusahaan Korea. Ia merupakan pemimpin utama, biasanya pemegang saham terbesar, dan menjadi pengambil keputusan akhir.
Kalau kamu menonton Vincenzo atau Itaewon Class, sosok “Chairman Jang” biasanya menggambarkan figur Hwe-jang, berwibawa, kaya raya, dan memiliki kuasa besar.
2. Dae-pyo (대표) — Kepala Perusahaan / CEO Muda
Dae-pyo berarti “perwakilan resmi” atau “kepala eksekutif”. Istilah ini sering digunakan di perusahaan rintisan (startup) untuk menyebut CEO muda.
Misalnya di drakor Start-Up, tokoh Nam Do-san disebut Nam Dae-pyo karena ia pemimpin perusahaan kecil yang ia dirikan sendiri.
3. Sajangnim (사장님) — Presiden Perusahaan / Pemilik Usaha
Sajangnim merujuk pada COO atau Presiden perusahaan, posisi yang berada satu tingkat di bawah Hwe-jang.
Namun, istilah ini juga sering dipakai untuk menyebut pemilik toko, restoran, atau bisnis kecil, seperti “Kopi Sajangnim” atau “Tteokbokki Sajangnim”.
4. Jeon-moo (전무) — Direktur Eksekutif (CFO)
Jeon-moo adalah eksekutif senior yang bertanggung jawab pada urusan keuangan, investasi, dan pengambilan keputusan strategis.
Ia termasuk jajaran manajemen tingkat tinggi (executive board) dan biasanya menjadi tangan kanan Sajangnim.
5. Sang-moo (상무) — Direktur Senior
Sang-moo adalah direktur senior yang membawahi beberapa departemen besar.
Biasanya, karakter Sang-moo dalam drakor adalah figur yang sudah berpengalaman, loyal, tapi kadang jadi “orang lama” yang konservatif dalam pengambilan keputusan.
6. I-sa (이사) — Direktur / Head of Division
I-sa setara dengan direktur perusahaan atau kepala divisi.
Biasanya bertanggung jawab penuh terhadap performa departemen seperti pemasaran, SDM, atau produksi. Dalam drakor, sosok I-sa sering digambarkan sebagai atasan yang perfeksionis namun dihormati bawahannya.
7. Shil-jang (실장) — Kepala Departemen
Shil-jang berarti kepala bagian atau manajer utama.
Biasanya mereka mengawasi tim besar dan menjadi penghubung antara manajemen atas dan karyawan menengah.
8. Bu-jang (부장) — Senior Manager / Kepala Tim
Bu-jang adalah jabatan tinggi di kalangan manajer, biasanya sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.
Tokoh Bu-jang sering muncul dalam drama kantor seperti Misaeng atau On the Verge of Insanity, biasanya menjadi figur “bos langsung” yang berinteraksi dengan staf setiap hari.
9. Cha-jang (차장) — Wakil Kepala Tim
Cha-jang adalah wakil kepala tim yang membantu Bu-jang dalam mengawasi kinerja tim.
Mereka berada satu tingkat di bawah Bu-jang, tapi punya tanggung jawab yang hampir sama seperti mengatur tugas dan memastikan target tercapai.
10. Gwa-jang (과장) — Manajer
Gwa-jang bisa disebut manajer yang sudah cukup berpengalaman, biasanya dengan masa kerja sekitar tujuh tahun.
Ia berada di posisi menengah, mengatur proyek, serta berperan sebagai mentor bagi juniornya.
11. Dae-ri (대리) — Asisten Manajer
Dae-ri adalah posisi di bawah Gwa-jang. Mereka bertugas membantu pekerjaan administratif dan menjadi jembatan antara staf dan atasan.
Dalam banyak drakor, karakter Dae-ri sering digambarkan ambisius dan mulai meniti karier ke level manajer.
12. Ju-im (주임) — Senior Staff
Ju-im adalah pegawai senior yang sudah berpengalaman tetapi belum masuk level manajerial.
Biasanya mereka dipercaya mengerjakan proyek penting atau melatih pegawai baru.
13. Sa-won (사원) — Karyawan Tetap / Regular Employee
Sa-won adalah sebutan untuk karyawan tetap biasa.
Mereka sudah melewati masa pelatihan dan menjadi bagian dari tim yang dipimpin oleh Bu-jang atau Gwa-jang.
14. Shin-ip Sa-won (신입 사원) — Karyawan Baru
Shin-ip Sa-won berarti “pegawai baru”, biasanya lulusan universitas yang baru bergabung.
Dalam drakor, posisi ini sering digambarkan sebagai karakter polos, pekerja keras, dan penuh tekanan dari seniornya — seperti di Misaeng (2014).
15. Seonbae (선배) dan Hubae (후배) — Senior dan Junior
Kedua istilah ini bukan jabatan resmi, tetapi penting dalam budaya kerja Korea.
Seonbae adalah senior yang lebih dulu masuk atau berpengalaman, sementara Hubae adalah junior atau bawahan.
Hubungan antara Seonbae dan Hubae sangat dijaga karena mencerminkan etika kerja dan penghormatan antar generasi.
16. Gwajangnim (과장님), Daerijangnim, dan lainnya
Dalam percakapan sehari-hari di kantor, biasanya nama jabatan diikuti akhiran -nim sebagai bentuk sopan:
-
Bu-jangnim (Kepala Tim)
-
Cha-jangnim (Wakil Kepala)
-
I-san-nim (Direktur)
-
Sajangnim (Presiden)
Hal ini memperlihatkan bagaimana bahasa dan struktur sosial Korea saling berkaitan erat. Bahkan dalam dunia fiksi seperti drakor, panggilan itu menunjukkan hubungan kekuasaan dan rasa hormat.
Menonton Drakor Jadi Lebih Ngerti
Sekarang, ketika kamu mendengar dialog seperti “Kim Dae-ri, tolong urus laporan itu!” atau “Park Sajangnim sudah datang,” kamu nggak lagi bingung.
Kamu bisa tahu siapa yang lebih tinggi, siapa yang baru masuk, dan bagaimana sistem kerja di kantor Korea berjalan.
Selain memperkaya pengalaman menonton, memahami istilah ini juga membuka wawasan soal budaya profesional dan etika kerja masyarakat Korea Selatan yang sangat menjunjung hierarki dan rasa hormat. (kam/bgs)