Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Heboh Gudang Desa Terdapat Senjata di Merah Putih: One For All, Sutradara Endiarto Meluruskan

Hakam Alghivari • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:21 WIB
Scene gudang Desa di animasi Merah Putih: One For All.
Scene gudang Desa di animasi Merah Putih: One For All.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Film animasi Merah Putih: One For All mendadak jadi topik panas di media sosial. Bukan hanya karena ini salah satu animasi lokal yang masuk rilis nasional, tapi juga karena cuplikan adegannya memicu perdebatan publik.

Dalam potongan yang beredar, terlihat sebuah gudang di desa menyimpan beberapa barang di rak dan beberapa senjata di lemari berwarna hijau.

Adegan itu memancing komentar warganet yang mempertanyakan konteksnya. Ada yang menganggap keberadaan senjata di gudang desa janggal, ada pula yang menuduh film tersebut menampilkan senjata asli. Isu ini kian ramai dibicarakan jelang perilisan resmi film.

Menanggapi kontroversi tersebut, sutradara sekaligus penulis naskah Merah Putih: One For All, Endiarto, memberikan klarifikasi.

Dalam wawancara dengan detikPagi, ia menegaskan bahwa senjata yang muncul di adegan gudang hanyalah properti untuk kebutuhan cerita.

"Itu kan gudang dari Desa, tempat penyimpanan bendera dan itu kan momen mau perayaan 17 Agustus jadi itu adalah properti untuk peringatan 17 Agustus," ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa keberadaan senjata itu berkaitan dengan cuplikan trailer yang sudah tayang sebelumnya.

"Kan ada itu di trailer, ada bocoran seseorang pakai baju Belanda bawa senjata. Nah, itu properti juga yang ada di gudang itu, jadi bukan senjata bener," jelasnya.

Endiarto menutup dengan menegaskan bahwa senjata tersebut sama sekali tidak berbahaya.

"Dan itu senjata mainan lah untuk perayaan," katanya.

Jadwal Tayang dan Jumlah Layar Terbatas

Merah Putih: One For All resmi tayang hanya di beberapa bioskop mulai 14 Agustus 2025. Namun, penayangan awalnya terbilang terbatas. Berdasarkan laporan detikPop, film ini hanya mendapat sekitar 16 layar pada hari pertama rilis. Jumlah itu disebut masih bisa bertambah apabila respon penonton positif dan okupansi tinggi di akhir pekan.

Film ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo dan disutradarai oleh Endiarto bersama Bintang. Naskahnya juga ditulis oleh keduanya.

Meski bersaing di tengah padatnya antrean rilis film nasional, tim produksi menyatakan optimistis terhadap sambutan penonton, apalagi momen tayangnya berdekatan dengan Hari Kemerdekaan RI.

Latar Cerita dan Konteks Adegan

Berdasarkan sinopsis resmi, film ini bercerita tentang delapan anak yang membentuk “Tim Merah Putih” untuk menjaga bendera menjelang perayaan kemerdekaan.

Dalam alur itu, adegan gudang desa menjadi bagian dari setting cerita yang menampilkan atribut perayaan, termasuk properti teatrikal yang menyerupai senjata.

Potongan adegan itu sebenarnya dimaksudkan untuk menggambarkan persiapan perayaan, namun tanpa penjelasan konteks, sebagian penonton menafsirkannya berbeda. Inilah yang memicu perdebatan hingga sutradara merasa perlu meluruskan.

Proses Pengerjaan dan Sorotan Publik

Meski kini ramai dibicarakan karena kontroversi adegan, film Merah Putih: One For All sebelumnya juga sempat menjadi topik hangat terkait proses produksinya.

Di media sosial, beberapa warganet mengkritik kualitas visual dalam trailer, bahkan menuding adanya penggunaan aset 3D siap pakai. Endiarto membantah tudingan itu dan menyebut semua aset telah melalui proses kustomisasi sesuai kebutuhan cerita.

Sempat beredar pula kabar bahwa biaya produksi film ini mencapai Rp6,7 miliar. Namun, klaim tersebut dibantah pihak produksi. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, juga memastikan bahwa pemerintah tidak memberikan dana untuk pembuatan film ini, meski sempat ada komunikasi dengan tim produksi.

Polemik semakin diperkuat oleh padatnya jadwal rilis film nasional pada bulan Agustus 2025. Beberapa sineas menyoroti bagaimana Merah Putih: One For All bisa mendapatkan slot tayang di tengah antrean panjang, sementara film lain harus menunggu giliran. Isu ini ikut menambah intensitas perbincangan publik. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#merah putih #senjata #One for all #gudang #heboh