Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Kutipan Drakor Klasik yang Masih Relevan di 2025: Kata-Kata yang Menyentuh Hati dan Tak Lekang oleh Waktu

Hakam Alghivari • Selasa, 29 Juli 2025 | 23:53 WIB

 

Ok Taecyeon in ‘Vincenzo’.
Ok Taecyeon in ‘Vincenzo’.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di balik alur cerita yang memikat dan akting para bintang yang memukau, drama Korea selalu punya satu elemen kuat yang mampu menembus batas waktu: kutipan-kutipan yang menggugah hati.

Kata-kata yang diucapkan karakter-karakter dalam drakor klasik bukan sekadar dialog. Ia menjelma menjadi pesan kehidupan, pengingat akan cinta, pengorbanan, atau bahkan luka yang mendalam.

Meski dirilis lebih dari satu dekade lalu, banyak kutipan dari drama Korea lama yang masih terasa relevan dengan kehidupan hari ini. Bahkan, sebagian dari kita mungkin pernah menjadikan kalimat-kalimat itu sebagai status media sosial, mantra penguat diri, atau sekadar kenangan indah yang sulit dilupakan.

Berikut tujuh kutipan legendaris dari drakor klasik yang hingga kini tetap menggetarkan hati, lengkap dengan konteks, pesan moral, dan sumber valid yang mendasarinya.

1. Goblin (2016)

“Setiap momen yang kuhabiskan bersamamu terasa bersinar. Karena cuacanya baik, karena cuacanya buruk, dan karena cuacanya sempurna.”
— Kim Shin

Kutipan ini diucapkan oleh karakter Kim Shin dalam drama Guardian: The Lonely and Great God atau lebih dikenal sebagai Goblin. Dikutip dari skrip resmi tvN dan subtitle Netflix, kalimat ini muncul saat Kim Shin menyampaikan betapa ia menghargai kebersamaannya dengan Ji Eun-tak, tak peduli dalam kondisi apa pun.

 

2. Reply 1988 (2015)

“Hidup itu bukan tentang seberapa percaya diri kamu, tapi seberapa kuat kamu bertahan.”
— Ayah Duk Seon

Dilansir dari review dramabeans.com dan dialog asli episode ke-12, kutipan ini mencerminkan filosofi hidup keluarga di tengah keterbatasan. Sosok ayah Duk Seon kerap hadir sebagai simbol kebapakan yang realistis namun penuh kasih.

Baca Juga: Siap Bikin Otak Berputar? Ini Deretan Drakor Thriller dengan Plot Twist Paling Mengguncang!

3. Boys Over Flowers (2009)

“Meski seluruh dunia menentangmu, aku akan tetap berada di sisimu.”
— Gu Jun-pyo

Drama yang melambungkan nama Lee Min-ho ini menjadi ikon generasi. Kalimat ini diucapkan Gu Jun-pyo kepada Geum Jan-di saat hubungan mereka diuji keluarga dan status sosial. Dikutip dari MyDramaList dan blog recap AsianWiki, ini adalah salah satu adegan paling diingat dalam drakor tersebut.

4. Full House (2004)

“Biarpun aku membencimu seratus kali sehari, aku tetap merindukanmu seribu kali lebih banyak.”
— Han Ji-eun

Kutipan ini muncul dalam adegan penuh emosi saat Han Ji-eun mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap Young-jae lebih dalam dari yang ia kira. Dikutip dari laman fansub KBS World dan transkrip subtitle awal tahun 2000-an, kalimat ini masih banyak digunakan sebagai meme nostalgia hingga kini.

5. Coffee Prince (2007)

“Mau kamu laki-laki atau alien, aku tidak peduli lagi. Aku sudah mencoba untuk tidak mencintaimu, tapi aku tidak bisa.”
— Choi Han-kyul

Salah satu drama yang revolusioner dalam menggambarkan isu gender pada masanya. Dikutip dari naskah asli MBC dan ulasan dramabeans, kutipan ini menegaskan bahwa cinta sejati tak mengenal batas identitas. Sebuah pernyataan cinta yang jujur dan berani.

Baca Juga: Mengenang Kisah Karir Musik Ozzy Osbourne: Pekerja Serabutan yang Jadi Bapak Heavy Metal

6. Descendants of the Sun (2016)

“Aku tidak takut mati. Yang kutakutkan adalah tidak bisa melindungimu.”
— Yoo Si-jin

Dikutip dari subtitle Netflix dan ulasan di Soompi, kutipan ini menjadi penggambaran cinta dalam risiko tinggi, seperti yang dialami tentara dan tenaga medis di medan konflik. Yoo Si-jin menunjukkan bahwa keberanian sejati bukan hanya soal bertarung, tapi juga soal menjaga yang dicinta.

7. Vincenzo (2021)

“Kejahatan hanya bisa dihukum oleh kejahatan.”
— Vincenzo Cassano

Meskipun tergolong baru dibanding yang lain, Vincenzo sudah dianggap modern klasik karena kekuatan naratif dan filosofi gelapnya. Dikutip dari skrip tvN dan sinopsis Naver, Vincenzo mengutarakan prinsip hukuman setimpal sebagai bentuk keadilan dalam dunia yang penuh tipu daya.

Kata-Kata Tak Sekadar Dialog, Tapi Cermin Kehidupan

Kutipan-kutipan di atas membuktikan bahwa kekuatan drakor tidak hanya terletak pada kisah cinta dan visual semata, tetapi juga dalam kalimat-kalimat sederhana yang menyentuh nurani. Mereka adalah cerminan dari nilai-nilai universal: cinta, keberanian, penerimaan, dan ketahanan.

Di tahun 2025, ketika hidup terasa makin cepat dan kompleks, kata-kata dari drakor lama ini justru bisa menjadi jangkar emosional. Menonton ulang drama-drama tersebut bukan hanya tentang nostalgia, tapi juga tentang menemukan kembali makna di balik hidup yang terus berjalan. (kam)

Editor : Hakam Alghivari
#klasik #drakor #kutipan