RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Jawa Tengah menyatakan siap mendukung upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi halal di wilayah tersebut. Dukungan itu akan diwujudkan melalui investasi serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu Pengurus HIPMI Syariah Jawa Tengah, Dwi Novan Angga Wicak Sana, mengatakan organisasinya akan mengambil peran dalam menyukseskan program wisata halal dan wisata ramah muslim yang ditargetkan berjalan pada 2027.
“Ke depan kami akan membantu pemerintah menuju program wisata halal dan wisata ramah muslim 2027, termasuk dari sisi investasi maupun sertifikasi halal bagi UMKM,” ujarnya.
Saat ini, HIPMI Syariah Jawa Tengah memiliki sekitar 50 pengurus dan 500 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Organisasi tersebut juga menaungi sekitar 350 UMKM.
Selain itu, HIPMI Syariah juga membuka akses permodalan melalui koperasi syariah bagi pesantren yang ingin mengembangkan unit usaha.
Novan menambahkan, organisasinya juga mendorong lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Menjadi pengusaha tidak hanya mencari uang, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial. Social entrepreneur justru menjadi program utama kami,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah provinsi telah menyiapkan peta jalan pengembangan daerah hingga 2027.
Menurutnya, roadmap pembangunan Jawa Tengah dimulai dari penguatan infrastruktur pada 2025, swasembada pangan pada 2026, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah pada 2027.
“Roadmap kita di Jawa Tengah pada 2025 itu infrastruktur, 2026 swasembada pangan, dan 2027 pariwisata serta ekonomi syariah. Tidak usah menunggu, sekarang sudah dimulai,” ujarnya saat menghadiri pelantikan pengurus HIPMI Syariah Jateng masa bakti 2026–2029 di Wisma Perdamaian, Semarang.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim dan wisata halal yang bisa menjangkau pasar internasional.
“Kita punya wisata ramah muslim, wisata halal. Jangan hanya mikro dan kecil, tetapi juga menengah. Ada banyak negara serumpun yang belum tergarap,” katanya.
Karena itu, Pemprov Jateng mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk HIPMI Syariah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan seluruh pemangku kepentingan. (adv/ozi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana