Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anak Muda Bojonegoro Menyeduh Peluang dari Kopi: Satu Dekade, Coffee Shop Menjamur di Kota Ledre

Dhani Wahyu Alfiansyah • Sabtu, 1 November 2025 | 15:00 WIB
FOKUS: Seorang barista sedang fokus meracik kopi menggunakan mesin espresso di salah satu kedai kopi turut Jalan Pondok Pinang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.
FOKUS: Seorang barista sedang fokus meracik kopi menggunakan mesin espresso di salah satu kedai kopi turut Jalan Pondok Pinang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dari balik meja kayu, aroma kopi pelan-pelan mengisi ruang kecil di tengah kota. Di kursi pojok, pelanggan sibuk dengan laptop, sementara di balik mesin espresso, seorang barista serius menakar kopi.

Bojonegoro yang identik dengan kota singgah, kini punya wajah baru: kota nongkrong. Sepuluh tahun terakhir, peta kota ini berubah cepat. Jika pada 2015 hanya ada lima coffee shop, kini 2025 sudah tercatat 47 kafe berdiri di kawasan kota.

Deretan nama-nama dengan konsep modern, industrial, hingga rustic tropical menghiasi sepanjang jalan protokol dan gang kecil. Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup baru. Dan para barista atau penyeduh kopi dengan keahlian khusus, menjadi tulang punggung di baliknya.

’’Awal buka 2015 dulu cuma ada lima kedai kopi. Sekarang, sudah susah ngitung. Tiap tahun ada yang baru,” kata Bimo, barista sekaligus pemilik kedai kopi di Jalan Pondok Pinang. Menurutnya, peluang kerja sebagai barista di Bojonegoro memang kian terbuka lebar.

’’Rata-rata memang anak muda. Banyak yang awalnya sekadar mengisi waktu, lama-lama belajar serius dan jadi barista,” ujarnya. Bimo juga aktif di komunitas Penyeduh Bojonegoro, tempat para barista berbagi teknik seduh dan pengalaman.

Namun, menjadi barista tak bisa disamakan dengan penjaga warkop. Ada proses belajar yang panjang dengan mengenal jenis biji, memahami karakter rasa, hingga meracik resep sesuai selera pelanggan. ’’Harus punya passion dan keahlian khusus,” tambah Bimo.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Daya beli masyarakat di daerah tak setinggi kota besar, sehingga penghasilan barista pun menyesuaikan. Berdasar data yang dihimpun, rata-rata barista part time digaji Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan, sedangkan full time sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kedai kopi #penyeduh kopi #barista #coffee shop #meja kayu #bojonegoro #Kopi #espresso #aroma kopi #Nongkrong #Peluang Kerja