RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para pekerja kreatif di Bojonegoro dalam mengembangkan usahanya itu, beberapa dari mereka mengikuti kegiatan pengembangan bersama teman-teman sebidang lainnya. Sebagian lagi, lebih memilih berlatih dan tumbuh dengan caranya sendiri.
Seperti yang disampaikan oleh Willy, salah satu pemuda kreatif yang tergabung dalam Celah Project. Dalam bidang ini, ia dan teman-temannya membuat wadah sedniri untuk para pekerja kreatif.
Di mana orang-orang dengan berbagai bidang kreatif berkumpul jadi satu. Mulai dari mengerjakan proyek eksperimen hingga berkolaborasi dalam sebuah proyek. ’’Celah project kebetulan terbentuk karena bertemu di co-working space di Bojonegoro. Tempat ngantor buat teman-teman freelance atau WFH," terangnya.
’’Tapi, biasanya teman-teman itu berkolaborasi sama East Java Super Corridor (EJSC) dan Bakorwil Millenial Job Center (MJC) Bojonegoro,” imbuhnya.
Zaenal salah satu videografer menyampaikan, selama ini dia berjalan sendiri. Tidak mengikuti kegiatan yang mengakomodasi pekerja kreatif. ’’Selama ini saya apa-apa sendiri,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Muhammad Muflihun pekerja kreatif asal Kecamatan Baureno mengatakan, tidak pernah ada pendataan terkait pekerja kreatif. Begitu pun yang disampaikan oleh teman-temannya.
Dia mengaku, juga tidak pernah mengikuti kegiatan di bidang kreatif. Sehingga, mulai dari berlatih produksi hingga promosi, semua dilakukan sendiri. Adapun kegiatan untuk pekerja kreatif biasanya pada bidang-bidang tertentu, seperti kegiatan untuk pelaku UMKM.
’’Tapi, saya lihat, beberapa teman-teman lainnya juga banyak yang mengikuti berbagai event di Kabupaten,’’ terang pembuat mahar dan dekorasi tersebut. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana