RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harga daging ayam tembus Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir. Diduga permintaan meningkat sedangkan stok terbatas.
Permintaan meningkat karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan program makan bergizi (MBG).
Erna Fitrianti pedagang daging ayam Pasar Wisata (Parwis) mengatakan, kenaikan harga sejak minggu lalu. Di angka Rp 38 ribu per kg. Alasannya permintaan meningkat sedangkan stok terbatas. "Barengan Maulid Nabi," katanya.
Erna mengatakan, naiknya harga daging ayam juga dipengaruhi program MBG. Sebab, dalam satu minggu mesti memakai ayam sebagai menu. Sedangkan, gudang MBG atau dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) ada banyak. "Bahkan, sehari bisa memasak 3.000-5.000 porsi per gudangnya (dapur)," ucapnya.
Kenaikan juga terjadi di Pasar Kapas, bahkan harganya tembus Rp 40 ribu per kilogram.
"Tiap hari naik, dari harga Rp 34 ribu per kg sekarang harga kisaran Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kg," kata salah seorang pedagang daging ayam Pasar Desa/Kecamatan Kapas.
Dia melanjutkan, kenaikan harga sudah mulai sejak awal bulan lalu dan stabil di Rp 38-40 ribu per kg dalam lima hari terakhir. Menurut dia, naiknya harga saat ini dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya banyaknya permintaan karena Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi 5 September lalu hingga program MBG.
"Ini juga kurangnya pengawasan pemerintah bagi pengusaha ayam. Selama masih laku ya (harga) terbang setinggi-tingginya," ujar pria asal Kecamatan Kota itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana