RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro menyetop penyerapan gabah untuk tahun ini. Alasannya harga sudah melesat jauh dari harga pembelian pemerintan (HPP).
"Stok beras mencukupi sampai tahun depan," kata Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja, Rabu (27/8).
Ferdian melanjutkan, stok tersebut di angka 52 ribu ton. Perkiraan aman sampai Maret-April 2026. Sehingga, dipastikan tidak ada impor hingga Desember mendatang.
"Sudah berhenti (serap gabah) awal Agustus. Harga gabah sudah melesat jauh dari HPP," bebernya.
Sedangkan jika berkaitan dengan naik turun harga beras di tingkat pasar, ditentukan mekanisme pasar dan hukum ekonomi supply and demand (penawaran dan permintaan).
Sementara itu, tugas bulog salah satunya meredam kenaikan harga. "Melalui SPHP (stabilitasi pasokan harga pangan) yang saat ini sudah berjalan," katanya.
Dia menambahkan, untuk beras SPHP sudah mulai didistribusikan melalui koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) minggu ini. Namun, belum semua koperasi.
Bojonegoro ada di KDMP Padangan, Tuban KDMP Rengel, sedangkan Lamongan masih proses administrasi. "Belum ada lagi (program kami), sementara SPHP," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana