Kepala Pengelola Pasar Kapas Adi Purnomo menyampaikan, kondisi pasar yang semakin sepi membuat timnya menjadi lebih tertantang. Sehingga, pengelola pasar berencana melakukan revitalisasi secara bertahap. Rencananya dilakukan setalah lebaran, dengan sumber dana dari pemerintah desa.
‘’Kami ingin memperbaiki pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli. Pembangunan dilakukan bertahap. Harapannya bisa menarik Kembali minat masyarakat belanja di sini (Pasar Kapas),” beber Adi sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, selain pembangunan fisik, juga ada rencana sosialisasi program cara berdagang secara online atau dalam jaringan (daring).
Agar pedagang tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. ‘’Karena sekarang tren bergeser ke online. Kami ingin membantu pedagang agar mengikuti perkembangan zaman dan tetap bisa bersaing,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Kapas Zenny Bachtiyar mengatakan, di Kecamatan Kapas tercatat lima pasar tradisional. ‘’Sesuai data yang saya terima ada lima (pasar tradisional),” terangnya.
Zenny menambahkan, lima pasar tradisional itu meliputi Pasar Kapas, Bendo, Mojodeso, Tanjungharjo, dan Kalianyar. Namun, berdasar pantauan di lapangan, beberapa di antaranya sudah tidak aktif beroperasi. Seperti Pasar Desa Mojodeso. "Masih aktif semua," klaimnya. (nnd/yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana