Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Awal Musim Hujan, Tembakau Otomatis Alami Penurunan Kualitas dan Harga

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 7 November 2024 | 15:00 WIB
PANEN RAYA: Petani di Kecamatan Temayang sedang memanen tembakau pada awal Oktober lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
PANEN RAYA: Petani di Kecamatan Temayang sedang memanen tembakau pada awal Oktober lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Musim hujan yang baru saja tiba membawa dampak negatif bagi petani tembakau yang baru saja paen di Bojonegoro. Para petani seperti Rohit dan Sugeng tentunya mengeluhkan tantangan besar dalam mempertahankan kualitas tembakau mereka di tengah cuaca yang tidak mendukung, berujung pada penurunan harga yang cukup signifikan.

Sebab, tembakau sangat mengandalkan panas matahari. Rohit, salah seorang petani tembakau asal Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem menjelaskan, bahwa dalam kondisi cuaca basah, kualitas tembakau rajang menjadi sulit dipertahankan.

’’Tembakau rajang membutuhkan panas yang cukup baik agar dapat kering dalam waktu satu hari. Di musim hujan seperti sekarang ini, proses pengeringan jadi lebih lama, sehingga daun tembakau kurang kering dan warnanya menjadi gelap,” ungkap Rohit.

Kondisi ini membuat tembakau mereka memiliki nilai jual yang lebih rendah karena kualitas yang menurun. Di musim kemarau, Rohit bisa menjual tembakau rajang kering dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Namun, di awal musim hujan, harga tersebut anjlok hingga Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Menurutnya, penurunan harga ini tidak hanya berdampak pada perajang, tetapi juga petani yang kini merasakan turunnya harga daun tembakau mentah. ’’Bahkan, pengepul pun sekarang mulai membatasi pembelian karena kualitas daun tembakau yang kurang baik,” tambahnya.

Sugeng, petani tembakau asal Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo juga merasakan hal yang sama. Ia mengungkapkan, bahwa penjualan tembakau menjadi lebih sulit dibandingkan musim kemarau. ’’Setiap kali hujan turun, harga tembakau ikut menurun, bisa sampai Rp 500 hingga 1.000 per kilogram untuk daun tembakau,” ujar Sugeng.

Penurunan ini cukup signifikan bagi mereka, karena harga daun tembakau mentah juga semakin sulit mencapai angka Rp 4.000 per kilogram. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#rajang #cuaca #tantangan #harga #daun tembakau #bojonegoro #Tembakau Rajang #Musim Hujan #tembakau #harga tembakau