BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masih minim lowongan kerja di Bojonegoro. Bahkan, dinilai terlalu banyak persyaratan padahal gaji tak sepadan.
Menyebabkan banyak anak muda merantau luar kota. ‘’Sekarang lagi kerja di Surabaya sekitar empat bulan ini,’’ kata Nurdiansyah warga Kecamatan Malo Senin (21/10).
Dia melanjutkan, mengetahui lowongan kerja itu dari seorang teman. Padahal, kata dia, jika di Bojonegoro banyak lowongan dan mudah diakses lebih memilih kerja dalam kota.
Tapi, karena masih minim dan banyaknya persyaratan, dia memutuskan bekerja di Surabaya. ‘’Tetap kalau disuruh pilih sih di dalam kota. Tapi, karena lowongan dalam kota itu sangatlah sedikit alias minim pol jadi ke luar kota,’’ ujar Iyan sapaan akrabnya.
Terlebih, tambah dia, banyaknya persyaratan tidak sebanding dengan gaji. Berbeda dengan lowongan kerja luar kota. Misal punya pengalaman dan ada tawaran bisa langsung kerja.
Bahkan, gaji didapat seperti di Surabaya minimal seperti upah minimum kabupaten/kota (UMK) Bojonegoro. ‘’Paling minim gaji di Surabaya itu UMK Bojonegoro. Itupun sudah dapat tempat tinggal dan makan,’’ katanya.
Pria 24 tahun itu menegaskan, minimnya lowongan kerja membuktikan sampai saat ini pemerintah kabupaten (pemkab) belum bisa mengakomodir lapangan kerja bagi masyarakat.
Dia berharap, pemkab membuka peluang untuk putra putri daerah. Tidak sekadar menjadi tempat singgah saat libur. ‘’Agar Bojonegoro tidak hanya jadi tempat singgah ketika putra putri daerah libur kerja dan pulang dari rantau,’’ ujarnya.
Berdasar data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, tercatat sebanyak 1.391 pencari kerja (pencaker) sepanjang Januari-September.
Sedangkan, lowongan kerja tersedia 846 lowongan. Total penduduk kerja sebanyak 764.752 jiwa.
Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro Agoestin Faridijani mengatakan, terkait informasi lowongan kerja selalu dipublikasi di media sosial (medsos) di bawah wewenang pemkab. Jika dikatakan minim, menurut dia, tidak juga.
Hanya, kebutuhan dicari perusahaan tidak sesuai dengan keahlian pencaker. Karena, lanjut dia, setiap lowongan kerja memiliki syarat atau standar sesuai kebutuhan.
‘’Untuk data lowongan kerja itu kebanyakan Bojonegoro. Ada juga yang penempatan luar Bojonegoro,’’ terang Ida sapaan akrabnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana