BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga tembakau rajang Rp 47 ribu per kilogram, harga itu naik dibanding petikan pertama sekitar Rp 35 ribu per kilogram.
Namun, diprediksi tren turun pada pertengahan Oktober. ‘’Panen sejak pertengahan Agustus,’’ kata Anwar Sholeh petani tembakau Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo Rabu (18/9).
Anwar melanjutkan, harga tembakau relatif naik. Sesuai petikan atau daun dipanen. Petikan daun pertama rajang kering Rp 30 ribu per kilogram. ‘’Itu petikan daun bawah awal. Semakin atas semakin mahal,’’ ujarnya.
Saat ini, harga tembakau di kisaran Rp 40-41 ribu per kilogram. Panen akan berlangsung sampai sekitar pertengahan Oktober. ‘’Untuk panen biasanya sembilan kali petik,’’ imbuhnya.
Wakil Ketua II Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro Imam Wahyudi menambahan, seluruh wilayah Bojonegoro sudah memasuki masa panen.
Mestinya September ini merupakan panen raya. Harga petikan pertama Rp 35 per kilogram rajang kering. ‘’Petikan ketiga saat ini Rp 43 ribu per kilogram,’’ tambahnya.
Sementara itu, Ketua APTI Jatim Mahmudi hampir semua wilayah Jatim panen raya. Bahkan, Bojonegoro puncak panen saat ini. ‘’Harga tahun ini sedang tapi termasuk tinggi. Kalau mundur ke belakang 2022 ke bawah lebih rendah dibanding tahun lalu,’’ ujar Mudi sapaan akrabnya.
Dia menuturkan, harga di tingkat petani saat ini Rp 35-47 ribu per kilogram untuk rajang kering tembakau virginia. Sedangkan, Rp 3.000-5.000 per daun.
Mudi memprediksi ada potensi penurunan harga saat memasuki pertengahan Oktober. ‘’Faktor iklim biasanya,’’ tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana