HILAL tidak berhasil terlihat di Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan kemarin (28/2). Kondisi langit yang dipenuhi mendung menjadi salah satu penyebab. Selain itu, elongasi di Bojonegoro yang masih 5 derajat 52 menit masih jauh dari kriteria imkanur rukyat Neo MABIMS (Malaysia, Bunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura).
Namun, Pemerintah Pusat telah menyelesaikan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari ini (1/3).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, dalam kondisi apapun kegiatan rukyatul hilal selalu digelar. Meski tidak bisa terlihat, tapi secara kewajiban sudah dilaksanakan sesuai ikhtiar. Sehingga, wajib melaksanakannya.
’’Kondisinya hujan, jadi sangat tidak memungkinkan untuk bisa melihat. Tapi, tidak perlu khawatir karena rukyatul hilal ini dilaksanakan di beberapa titik se-Indonesia. Terutama, di Aceh,” terangnya.
Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang NU (LFPCNU) Bojonegoro Al-Faqir Mochammad Charis mengatakan, untuk rukyatul hilal di Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan ini tidak berhasil melihat hilal. Karena mendung, sehingga tidak bisa terlihat.
Untuk hitungannya, di Kabupaten Bojonegoro ini sebenarnya tinggi hilal 3 derajat 39 menit 9 detik. Itu sudah memenuhi tinggi hilalnya. Tapi, terkait sudut elongasinya, di Bojonegoro masih 5 derajat 52 menit 53 detik. Masih jauh dari kriteria imkanurrukyat Neo Mabims. Yakni, 6 derajat 4 menit. Sehingga, masih jauh. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana