Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Stok Beras di Blora Aman Hingga Akhir Tahun 2024

Hakam Alghivari • Senin, 16 Desember 2024 | 21:45 WIB
PASOKAN AMAN: Suasana salah satu pasar di Blora. Menjelang naratu   pasokan bahan pokok dipastikan aman.
PASOKAN AMAN: Suasana salah satu pasar di Blora. Menjelang naratu pasokan bahan pokok dipastikan aman.

BLORA, Radar Bojonegoro - Menjelang pergantian tahun, diperkirakan harga bahan-bahan pokok akan mengalami kenaikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memastikan stok beras di gudang penyimpanan masih aman hingga akhir tahun. Sekitar 42 ton beras disiagakan untuk didistribusikan jika terjadi keadaan mendesak.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Siti Masamah, memprediksi kenaikan harga bahan pokok di pasar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) karena kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

 Baca Juga: Pemkab Blora Siapkan Lahan Kantor Imigrasi, Bakal Dibangun di Depan Pasar Sidomakmur

"Hal ini mengacu pada Nataru 2023 lalu, di mana harga bahan pokok mengalami kenaikan," katanya.

Masamah menambahkan bahwa meskipun terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat, dampak kenaikan tidak terlalu signifikan. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat tidak perlu panik karena pemkab terus memantau harga bahan pokok menjelang akhir tahun.

"Setiap hari, Dindagkop memantau harga-harga menjelang Nataru," tegasnya.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Nugraheni Wahyu Utami, memastikan cadangan beras hingga akhir tahun masih tersimpan rapi di gudang. Tercatat 67 ton gabah, yang jika digiling menjadi beras sebanyak 42 ton.

"Cadangan pangan berupa gabah 67 ton tersimpan di gudang," paparnya.

 Baca Juga: Sebelas Bulan, 185 Pasien Blora Terjangkit HIV/AIDS

Nugraheni menjelaskan bahwa persediaan cadangan pangan digunakan pemkab jika terjadi keadaan darurat pangan atau insidentil, seperti paceklik.

"Cadangan beras akan berkurang jika ada perintah dan permintaan dari bupati untuk didistribusikan," jelasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa jika tidak ada permintaan, cadangan beras tersebut akan disimpan dan digunakan lagi untuk kebutuhan tahun depan, terutama jika terjadi bencana atau daerah dalam keadaan rawan pangan.

"Sesuai instruksi Bapanas, pemda harus memiliki stok pangan di gudang untuk antisipasi," tambahnya. (luk/zim)

 

Editor : Hakam Alghivari
#akhir tahun #beras #nataru #2024 #libur #stok #blora