BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro menarget enam desa melakukan pengukuran atau peta bidang tanah (PBT) terlebih dahulu.
Tujuannya mengakselerasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) segera tuntas.
‘’Tidak ada perubahan jumlah. Rencana enam desa yang bakal masuk program percepatan atau pengukuran PBT,” kata Kepala BPN Bojonegoro Andreas Rochyadi Rabu (10/7).
Andreas menyampaikan, untuk melaksanakan program PTSL dengan baik dan cepat, BPN melakukan pengukuran PBT untuk persiapan program di tahun selanjutnya. Seperti pada 2023 dilakukan di Desa Kemiri, Kecamatan Malo dan Desa Besah, Kecamatan Kasiman.
‘’Tahun sebelumnya hanya pengukuran PBT. Jadi, tahun program berjalan misal 2024 tinggal masuk program PTSL,’’ jelasnya.
Tahun ini, lanjut dia, merencanakan enam desa yang bakal masuk pengukuran PBT PTSL untuk 2025. Namun, belum bisa membeberkan nama-nama desa dimaksud. Pria 54 tahun itu menuturkan, saat ini sebanyak 100 ribu bidang tanah di Bojonegoro belum bersertifikat.
Rencananya, bakal menggandeng pemerintah kabupaten (pemkab) untuk menuntaskan. Rencana bakal diajukan tahun depan. ‘’Sudah komunikasi dengan pihak pemkab. Disambut baik. Rencana untuk program tahun depan,’’ bebernya.
Andreas berharap, masyarakat tetap tenang terkait program PTSL. Karena, sudah ditetapkan. Dia mengklaim, BPN segera menyelesaikan. ‘’Jangan mudah terprovokasi,’’ pesannya untuk masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, belum ada pembahasan antara pemkab dengan pihak BPN terakit anggaran PTSL bersumber anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). ‘’Belum ada (pembahasan),” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Terpisah, Camat Sugihwaras Supranata menyampaikan, tahun ini tiga desa di Kecamatan Sugihwaras menerima program PTSL. Yakni Desa Sugihwaras, Panunggal, dan Drenges. Dia melanjutkan, untuk Desa panunggalan dan Drenges baru selesai pengukuran.
Sedangkan, Desa Sugihwaras sudah finalisasi. Namun, terkendala kepala desa (kades) meninggal dunia sehingga menunggu diisi oleh penjabat (pj). ‘’Untuk tahun lalu yang mendapat Desa Balongrejo,” imbuhnya.
Dia mengaku, untuk jumlah pemohon di tiga desa belum bisa memastikan. Setidaknya, terang dia, Desa Sugihwaras kurang lebih sebanyak 1.045 pemohon, Desa Panunggalan sebanyak 800 pemohon, dan Desa Drenges sejumlah 400 pemohon.
Menurutnya, dari total 17 desa di Kecamatan Sugihwaras hampir sudah pernah menerima PTSL semua. Hanya kurang Desa Trate. Dia berharap, semua desa di bawah kepemimpinannya bisa menerima PTSL. ‘’Agar semua bersertifikat dan tidak terjadi sengeketa kepemilikan tanah,” tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana