BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Keluhan penumpang kereta api (KA) commuter line Arjonegoro mendapat respons dari pengelolanya. Yakni, PT KCI.
Sejak beroperasi setahun lalu, rangkaian gerbong diganti, membuat kapasitas menyusut dan penumpang berdesakan.
Menurut Direktur Operasional dan Pemasaran PT KCI Broer Rizal, masukan dari masyarakat tentang masih belum optimalnya kereta Arjonegoro akan menjadi bahan evaluasi.
‘’Upaya perbaikan dengan evaluasi pasti kami lakukan, walau sampai saat ini masih belum maksimal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Pria yang berdomisili di Indramayu, Jawa Barat tersebut menambahkan, commuter line Arjonegoro masih dimungkinkan untuk mendapat perbaikan hingga penambahan kapasitas. ‘’Ini (penambahan kapasitas) memang sedang kami usahakan, kebetulan untuk kebutuhan tersebut kami masih bergantung dengan ketersediaan armada,” terangnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini menemui kendala terkait ketersedian armada. Kemudian, penambahan jam keberangkatan masih menunggu persetujuabn Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka). ‘’Untuk penambahan traffic harus sepersetujuan Ditjenka, jadi kami masih koordinasikan,” bebernya
Sementara itu, Syifa Dewantara, pengamat KA menyarankan, digunakannya rangkaian cadangan untuk merespon banyaknya keluhan di masyarakat terkait jumlah kapasitas. Menurutnya,rangkaian cadangan yang dimiliki oleh KCI 8 Surabaya lebih bagus dibandingkan KA Arjonegoro. ‘’Mungkin bisa disarankan untuk rangkaian itu dipatenkan saja untuk Arjonegoro,” bebernya.
Terpisah, Indri Erna penumpang KA Arjonegoro mengatakan, bahwa rangkaian kereta Arjonegoro justru tidak lebih baik dari kereta sebelumnya. Meski ada fasilitas pegangan untuk penumpang berdiri, namun hal tersebut dirasa tidak sesuai bagi kereta dengan perjalanan lebih dari 3 jam. ‘’Tidak cocok untuk yang bawa anak, apalagi membawa barang banyak seperti saat mudik,” keluhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana