Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sejumlah Waduk di Lamongan Sudah Terisi 60 Persen

Hakam Alghivari • Selasa, 13 Februari 2024 | 23:30 WIB
CADANGAN AIR: Dinas PU SDA Lamongan intens memantau debit air di seluruh waduk, embung, dan rawa di Lamongan.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )
CADANGAN AIR: Dinas PU SDA Lamongan intens memantau debit air di seluruh waduk, embung, dan rawa di Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG )

LAMONGAN, Radar Lamongan - Hujan deras beberapa hari lalu, memberikan pengaruh terhadap tampungan air. Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Lamongan memantau debit ait sudah mulai terisi. Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, Gunadi menjelaskan, bahkan beberapa waduk dan embung sudah terisi hingga 60 persen.

Waduk, rawa, dan embung berfungsi sebagai cadangan air selama musim penghujan untuk dimanfaatkan sektor pertanian. Setiap waduk, rawa, dan embung memiliki wilayah masing-masing. Karena itu, pihaknya berupaya untuk membantu normalisasi agar bisa menampung air secara optimal.

‘’Beberapa waduk dan embung kondisinya sudah dangkal jadi perlu dikeruk, dan kita sudah melakukan normalisasi secara bertahap,” terang Gunadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (12/2).

Menurut dia, jumlah waduk dan embung di Lamongan sangat banyak. Karena statusnya tidak hanya waduk kabupaten, tapi ada yang di bawah naungan provinsi dan pusat. Sehingga kewenangan untuk melakukan normalisasi melekat pada status waduk tersebut.

Tahun ini terdapat tiga waduk yang dikeruk, yakni Waduk Dermo di Kecamatan Sarirejo, Waduk Kedungdowo di Kecamatan Kembangbahu, dan Waduk Pading di Kecamatan Pucuk. Sementara untuk pengerukan dan pembangunan embung ada 62 paket.

Gunadi menuturkan, untuk pengerukan ini dilakukan bertahap dan dipilih yang paling mendesak. Namun, jumlah waduk di Lamongan tidak sebanyak embung yang tersebar di desa dan kelurahan, totalnya mencapai 382 embung. Pengerukan embung menunggu usulan desa, yakni jika memerlukan normalisasi akan dibantu.

‘’Kita akan membantu semaksimal mungkin agar waduk dan embung bisa berfungsi normal,” ujar Gunadi.

Saat ini, diakuinya, sejumlah waduk dan embung memang mengalami penurunan fungsi. Tapi kapasitasnya masih bisa menampung di atas 50 persen. Nantinya normalisasi akan dilakukan bertahap tidak hanya pengerukan tapi perbaikan jaringan juga. Sehingga air bisa sampai ke pertanian warga dengan lancar. (rka/ind)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#Tampungan Air #Sektor #waduk #Pertanian #lamongan #sda