Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ruang Kelas SDN 1 Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Ambruk, Ini Pemicunya!

Hakam Alghivari • Kamis, 4 Januari 2024 | 19:51 WIB
AMBRUK: Atap ruang Kelas 6 SDN 1 Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem ambruk kemarin (3/1) pagi. Disdik bakal membangungun dengan anggaran P-APBD 2024. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO )
AMBRUK: Atap ruang Kelas 6 SDN 1 Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem ambruk kemarin (3/1) pagi. Disdik bakal membangungun dengan anggaran P-APBD 2024. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO )

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bruakkk, suara keras terdengar dan mengagetkan warga di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem. Ternyata, suara pada Rabu (3/1) pagi itu, berasal dari SD Negeri 1 Ngadiluwih. Sontak, warga pun berdatangan melihat kondisinya.

Beruntung, tak ada korban dalam peristiwa pada pukul 6.15 itu belum banyak siswa datang, juga ruang kelas dalam kondisi kosong.

‘’Memang sudah mulai rapuh (bangunan) sejak 2023 lalu, namun hanya kusen-kusennya (rangka kayu) saja,” ungkap Ro'aini, guru kelas SDN 1 Ngadiluwih.

Selain itu, ruang kelas 6 tersebut sebelumnya sudah dikosongkan pada 15 Desember lalu, untuk mengantisipasi rapuhnya bangunan.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran tetap dilakukan dengan ruang kelas 6 memanfaatkan ruang kelas 1, kemudian kelas 1 menggunakan ruang perpustakaan.

 

 Baca Juga: Penyangga Hilang, Tembok Rawan Ambruk

‘’Untuk (bangunan) yang sudah rapuh kelas 5 dan 6, sejak dibangun pada 2014,” ungkapnya saat di lokasi kejadian.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Bojonegoro Zamroni mengatakan, akan berkoordinasi OPD terkait. Sebab kejadian tersebut darurat, dan perbaikan mestinya baru diajukan pada P-ABPD. ‘’Namun yang pasti pembelajaran tidak terkendala,” terangnya.

Selain itu, ruang pembelajaran saat ini akan menempati fasilitas sekolah lain salah satunya ruang perpustakaan. ‘’Kemudian jumlah siswanya perkelas kebetulan hanya 7 sampai 11, dan masih memungkinkan,” ungkap mantan Kepala SMPN 5 Bojonegoro itu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ngadiluwih  Dedy Irawan memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, dan pasca kejadian telah dilakukan pengecekan dari pihak Kecamatan, Polsek dan Koramil Ngasem. ‘’Ruang kelas memang sudah dikosongkan sebelumnya,” jelasnya. (dan/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#kecamatan #ambruk #ngadiluwih #ruang #Ngasem #Mulai #rapuh #kelas #SDN #bangunan