Bojonegoro, masteguh.id - Mas Teguh yang sengaja datang dan melihat dari dekat keberadaan Bendung Gerak di Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro merasa bersyukur dan memuji karya para insinyur ini, karena Bendung Gerak memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.
Di samping untuk mengatur debet air dalam mengendalikan banjir, ternyata bendung gerak juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dimana banyak pemancing yang mengantungkan hidup dari ikan yang ada di bendung gerak ini.
Mas Teguh sempat berbincang dengan para pemancing yang mengais rejeki di Bendung Gerak bengawan Solo ini, dan uniknya mereka memancing dengan botol bekas, yang di design khusus, sehingga ikan akan terjebak di dalam botol.
"Ini luar biasa, Bendung Gerak yang merupakan hasil karya dari Insinyur sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain untuk mengatur debet air, ternyata ada berkah tersendiri bagi warga, dengan memancing ikan wader di bawah arus bendung gerak untuk di jual, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," ujar Mas Teguh.
Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro menjadi berkah bagi masyarakat sepanjang Bengawan, karena air bengawan yang tak pernah kering dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi pertaniannya.
Selain itu ikan yang melimpah juga menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat, dengan mengambil ikannya untuk di konsumsi sendiri atau di jual untuk menutupi kebutuhan.
Di sini warga Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro banyak berburu ikan wader di bawah Bendung Gerak bengawan Solo untuk di jual.
Menurut salah satu pemancing Imam Pujianto mengatakan, setiap hari ia bersama rekan rekanya mancing ikan wader dengan botol, dalam sehari bisa dapat 20 - 30 kilo gram wader.
Hasil tangkapannya kemudian di jual di warung dan cafe yang ada di Bojonegoro, harga per kilonya ia jual dengan harga Rp. 15.000. Dan hasilnya dapat memenuhi kebutuhan sehari hari. (*)
Editor : Hakam Alghivari