BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pria itu tampak sumringah sambil menenteng piala, dia adalah Rudik Krisdianto, juara kontes sapi yang digelar di Pasar di Pasar Hewan Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen kemarin (22/11).
Bahkan, tepat setelah pengumuman, sapinya langsung ditawar seharga Rp 160 juta. Namun, kecintaannya dengan hewan peliharaannya, ia enggan melepasnya.
‘’Sempat ditawar Rp 160, belum saya lepas,” ungkap Rudik.
Dia menceritakan, sapi yang diberi nama Bimasuci itu, memiliki berat 1 ton lebih 1,74 kuintal. Berhasil meraih juara 1 kategori jantan cross. Selama usia sapi kini berumur 3,5 tahun itu, dirawat langsung di tempat peternakannya di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
Merawat sapi hasil persilangan itu tidaklah mudah, bahkan untuk pakan sapinya harus ia racik sendiri secara khusus.
Salah satu resep adalannya yakni membuat pakan sapi melalui kosentrat, ampas tahu, dan polar. ‘’Konsentrat dan ampas memiliki protein tinggi, masih ditambah polar yang juga tinggi proteinnya. Baru diberi rumput,” ungkapnya.
Dia merasa bersyukur bisa meraih kemenangan, terlebih dengan jumlah total peserta yang diikuti 140 sapi ternak, dari 28 Kecamatan di Bojonegoro. Hal juga diungkapkan teman Rudik, sekaligus ketua Kelompok Ternak Ustan Mandiri Kecamatan Tambakrejo Muhammad Ali.
Tak tanggung-tanggung, kelompok ternak mewakili Kecamatan Tambakrejo itu meraih juara di tiga kategori berbeda. ‘’Juara 1 ketegori jantan cross, juara 2 calon jantan cross. Juara 3 calon induk peranakan ongole,” ungkap Ketua Kelompok Ternak Ustan Mandiri Muhammad Ali kemarin (22/11).
Menurutnya, setelah pengumuman, sapi langsung ditawar harga tinggi. Namun, kalau untuk dijual jadi kewenangan pemilik sapi masing-masing. ‘’Mungkin karena masih sayang, dan kebanyakan peternak di sini memang hobi, bukan hanya hitung-hitungan bisnis,” pungkasnya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari