BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pintu Bendungan Gerak Bengawan Solo di Kecamatan Trucuk mulai dibuka, eceng gondok perlahan hilang. Namun, akademisi menganggap belum solusi.
Eceng gondok tersebar mulai Kecamatan Padangan, Kecamatan Kasiman, Kecamatan Gayam, Kecamatan Malo, Kecamatan Trucuk, dan Kecamatan Kalitidu.
Ahmad Nurkolis, salah satu warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk mengatakan, pintu Bendungan Gerak memang dibuka salah satu. Menurutnya, dibukanya pintu air tersebut membuat sebagian eceng gondok mulai larut. Dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan, karena rerata banyak ikan yang di bawah eceng gondok. ’’Satu pintu sudah dibuka, dan banyak eceng gondok yang mulai hilang,” ungkapnya.
Dosen Ilmu Lingkungan Laily Agustina mengatakan, dengan dibukanya pintu air memang dapat memang dapat melarutkan eceng gondok, namun dikhawatirkan blooming eceng gondok justru berpindah ke daerah lain.
Padahal, tanaman itu menimbulkan dampak buruk bila mengalami over populasi.
‘’Sesungguhnya masalah ini (eceng gondok) hanya dipindahkan,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana