“Kerusakan hanya pada selimut (casing) back wall yang mengelupas” Kepala Unit Pelayanan Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) DPU BM Jatim Mokh Syaifudin. Menurutnya, keretakan tersebut tidak berpengaruh langsung pada struktur bangunan jembatan, sehingga masih aman dilalui kendaraan.
Pihaknya juga memastikan adanya casing back wall jembatan yang retak dan merenggang itu tidak berpengaruh terhadap konstruksi jembatan. Sehingga meminta kepada pengguna jalan yang melintas di jembatan yang membentang itu tidak perlu khawatir. Adanya bagian renggang antara jembatan dengan jalan raya merupakan hal biasa.
‘’Karena celah tersebut dibuat untuk menampung berbagai gerakan bangunan atas, baik rotasi arah memanjang dan arah melintang,” tegasnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro telah melakukan pengecekan pada Minggu (12/9), untuk melihat keamanan kondisi jembatan.
Jembatan tersebut menjadi akses utama akses warga di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, terlebih sejak ditutupnya jembatan Gelendeng.
Jembatan Kaliketek membentang di atas Sungai Bengawan dengan panjang 216 meter dengan lebar 7 meter, dan terakhir kali direnovasi pada 2002 pada bagian penutup kaki jembatan.(dan/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia