BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jembatan Glendeng resmi ditutup mulai kemarin (3/8). Alasannya, sedang berlangsung pengerjaan fisik jembatan sampai akhir Desember, membuat segala jenis kendaraan hingga pejalan kaki harus mencari alternatif lain. Jembatan penghubung Kecamatan Soko, Tuban dengan Desa Kalirejo, Bojonegoro tersebut telah lama mengalami buka tutup.
Berdasarkan data dihimpun, longsor pertama pada November 2020 membuat akses warga Bojonegoro-Tuban ditutup untuk kendaraan, sampai ditutup total pada September 2021. Kemudian sejak Juli 2022 dibuka khusus pengendara roda dua dan pejalan kaki.
Beragam jalan alternatif dilewati warga yang melintas dua kabupaten, yaitu Jembatan Kalikethek di Kecamatan Trucuk dan Kelurahan Banjarejo, Bojonegoro. Dan Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban (TBT) di Kecamatan Kanor menuju Kecamatan Rengel, Tuban. Hingga warga yang menggunakan alternatif perahu tambangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, sejumlah jalan alternatif yang dilalui warga akan terus dipantau, khususnya di Jalan Tentara Genie Pelajar (TGP) yang telah dilakukan evaluasi kelengkapan jalan, pengaturan fase traffic light.
Dirinya juga mengimbau warga yang melewati akses perahu tambangan di Bengawan Solo untuk menjaga keselamatan. ‘’Akan dilakukan pemantauan oleh Dishub setiap hari,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, jembatan mulai ditutup total oleh Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tuban -Bojonegoro lantaran akan dilakukan pengerjaan fisik jembatan.
Akses pengguna jalan baik roda empat, roda dua maupun pejalan kaki dialihkan ke jalan yang lain. ‘’Jembatan Glendeng ditutup total sampai akhir Desember, karena pengerjaan fisik kontruksi akan dimulai," ungkapnya saat peninjauan di Jembatan Glendeng.
Hermawan, warga Desa Kalirejo tersebut sering memanfaatkan perahu tambangan untuk memperpendek jarak tempuh. Menurutnya, selama jembatan ditutup, warga khususnya di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dengan Desa Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro lebih memilih naik perahu dibanding harus memutar. ‘’Pelajar hingga pekerja, banyak yang pulang pergi menggunakan perahu,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto