BLORA, Radar Bojonegoro — Perguruan tinggi swasta (PTS) lokal terus berburu mahasiswa baru. Sebanyak 60 persen lulusan tahun ini diperkirakan mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) di luar daerah. Menyongsong itu, beberapa kampus mulai bersolek meningkatkan kualitas pendidikan akademik. Selain itu, menyiapkan program beasiswa.
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAI Al Muhammad Cepu Adi Kusmanto mengungkapkan, kampus negeri masih menjadi tujuan berlabuh bagi ulusan SMA,SMK dan MA tahun ini. Diperkirakan 60 persen memilih kuliah di luar daerah. Sedangkan, 40 persen sisanya berminat kuliah di kampus lokal.
''Masih banyak yang daftar di kampus negeri. Setelah tidak diterima baru memilih kampus lokal,'' terangnya.
Namun pihaknya mengaku tetap optimistis. Tahun ini kampusnya menargetkan 500 mahasiswa baru. Jumlah tersebut sedikit lebih banyak dibanding tahun lalu. Untuk mengejar itu kampusnya telah ditingkatakan menjadi Institute Agama Islam (IAI).
Bidang Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu Muji mengungkapkan, untuk menggaet mahasiswa baru tahun ini, kampusnya telah menyiapkan beberapa program beasiswa seperti kartu indonesia pintar (KIP-KULIAH) dan beasiswa
Untuk KIP dapat kuota 54 kuota tahun ini," terangnya.
Humas Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu Mitha menjelaskan, tahun ini pendaftaran mahasiswa baru telah ditutup. Sebab luota telah terpenuhi sekitar 1.500 lulusan dari berbagai daerah di Indonesia. PMB sudah ditutup, jumlahnya lebih 1.500 mahasiswa baru," terangnya.
Terkait kerjasama dengan program beasiswa daerah, pihaknya mengaku tahun ini tidak ada program satu desa dua sarjana. Berbeda dengan tahun sebelumnya pada 2021 sebanyak 18 mahasiswa yang kuliah di PEM Akamigas. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto