Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BOSDa Madin Bojonegoro Tidak Jelas, Ternyata Belum Dianggarkan di APBD Induk 2026

M. Irvan Romadhon • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:00 WIB
MENGAJI: Santri sedang mengaji, Pemkab Bojonegoro belum menganggarkan Bosda madrasah diniyah dalam APBD 2026. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
MENGAJI: Santri sedang mengaji, Pemkab Bojonegoro belum menganggarkan Bosda madrasah diniyah dalam APBD 2026. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -  Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk Madrasah Diniyah (BOSDa Madin) atau Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) ternyata belum dianggarkan di APBD 2026 ini.

Kemungkinan hibah untuk madrasah diniyah itu baru dianggarakan di perubahan (P) APBD mendatang.

BOSDa Madin untuk tahun ini diperkirakan turun dibadingkan tahun lalu. Tahun lalu Rp 34 milliar (M). Terdiri dari Rp 27 M dari APBD kabupaten dan Rp 7 M dari APBD provinsi. Sedangkan tahun ini dari APBD Jatim hanya Rp 5 M sementara dari kabupaten belum dianggarkan.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Potren) Kemenag Bojonegoro Sun’an membenarkan BOSDa madin belum dianggarkan di APBD induk. Sehingga belum diketahui anggaran untuk tahun ini

Sun’an memperkirakan BOSDa madin baru dianggarkan di P-APBD mendatang. Tentu disesuaikan dengan hasil verifikasi dan validasi madin yang lolos.

Infografis Bosda Madin Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Bosda Madin Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Baca Juga: Disdik Bojonegoro Verifikasi Ulang Penerima Bosda Madin, Tegaskan Belum Ada Lembaga Tak Lolos

‘’Ini kami ajukan dulu ke bupati bagi yang memenuhi syarat. Namun keputusan ada di bupati, termasuk anggaran. Saat ini berapa anggaran belum tahu,” ungkapnya.

Menurut Sun’an diperkirakan anggaran tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Terlebih anggaran dari provinsi juga turun, hanya Rp 5 M berbeda dengan tahun lalu yang mencapai Rp 7 M.

‘’Jika mengacu tahun lalu total lebih dari Rp 30 M. Kalau tahun ini belum tahu sebab adanya efesiensi,” ujarnya.

Terkait tahapan BOSDa madin, Sun’an mengaku saat ini tahap usulan surat keputusan (SK). Sehingga masih menunggu jumlah madin yang lolos dan bisa mendapatkan BOSDa.

Sun’an menambahkan ada lembaga madin yang tidak mengajukan BOSDa tahun ini. Alasannya pengurus tak mampu memenuhi persyaratan pengajuan. Namun jumlahnya belum diketahui.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Rasmadi mengatakan anggaran BOSDa madin akan dianggarkan di P APBD. Terlebih penyalurannya dilakukan di akhir tahun.

‘’Nanti di P-APBD. Namun untuk nominalnya belum tahu,” jelasnya.

Terkait apakah BOSDa madin selalu dianggarkan di P-APBD, menurut Rasmadi jika di tahun-tahun sebelumnya dianggarkan di APBD induk. Meski begitu penyaluran tetap dilakukan di akhir tahun. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bantuan Operasional Sekolah #bosda madin #madrasah #apbd #bojonegoro