Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waktu Pengisian EMIS Diperpanjang, 321 Madin Bojonegoro Masih Berpotensi Terima BOSDa

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
SANTRI CILIK: Anak-anak sedang mengaji di salah satu madrasah diniyah di Kabupaten Bojonegoro. Bosda Madin sebesar Rp 34 miliar akan segera cair.
SANTRI CILIK: Anak-anak sedang mengaji di salah satu madrasah diniyah di Kabupaten Bojonegoro. Bosda Madin sebesar Rp 34 miliar akan segera cair.

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 321 madrasah diniyah (madin) yang sebelumnya tak lolos verifikasi Education Management Information System (EMIS) masih memiliki kesempatan menjadi penerima Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) atau BOSDa madin 2026. Terlebih waktu pengisian EMIS diperpanjang. Sehingga madin tersebut masih memiliki waktu untuk mengisi data santri dan guru di sistem.

Namun, belum diketahui batas akhir pengisian EMIS tersebut. Terlebih masih terdapat sosialisasi yang akan digelar pertengahan bulan depan terkait pengisisan EMIS.

Advertisement

Sekretaris Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Bojonegoro Mariyanto mengatakan, pengisian EMIS bagi madin yang mengalami kendala diperpanjang. Namun untuk batas akhir pengisian EMIS belum diinformasikan.

‘’Diberi waktu perpanjangan,” ungkapnya.

Mariyanto mengaku dengan perpanjangan waktu tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin bagi madin untuk memperbarui data Emis masing-masing lembaga. Sehingga bisa memenuhi syarat untuk mengakses BPPDGS 2026.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bojonegoro Sun’an mengatakan, ada perpanjangan waktu untuk pengisian EMIS. Sehingga madin yang sebelumnya mengalami kendala pengisian data santri dan guru memiliki kesempatan untuk melakukan pengisian di sistem.

Sun’an menjelaskan pada 14 dan 15 April mendatang diagendakan untuk sosialisasi terkait pengisian EMIS. Sedangkan untuk batas akhir pengisian EMIS belum diinformasikan.

‘’Kami sosialisasikan dulu,” ujarnya.

Sebelumnya terdapat 242 madin ula dan 70 madin wustha tersebut tidak bisa melakukan berita acara pendataan (BAP) EMIS akibat sistem eror. Sehingga data jumlah santri dan guru yang dimasukkan ke sistem tak terbaca atau muncul. (irv/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BOSDa Madin Bojonegoro Tidak Jelas, Ternyata Belum Dianggarkan di APBD Induk 2026

BOSDa Madin Bojonegoro Tidak Jelas, Ternyata Belum Dianggarkan di APBD Induk 2026

Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk Madrasah Diniyah (BOSDa Madin) atau Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) ternyata belum dianggarkan di APBD 2026 ini.

Bukan Cuma Ngaji, Santri Blora Siap Guncang Porsadin VIII Lewat Olahraga dan Seni

Bukan Cuma Ngaji, Santri Blora Siap Guncang Porsadin VIII Lewat Olahraga dan Seni

Kegiatan yang menjadi ajang penggalian bakat dan prestasi santri Madrasah Diniyah tersebut dibuka langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora

Empat Madrasah di Kabupaten Blora Kebagian Banpres

Empat Madrasah di Kabupaten Blora Kebagian Banpres

Empat madrasah di Kabupaten Blora masuk daftar penerima Bantuan Presiden (Banpres), untuk program rehabilitasi madrasah 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer