Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ribuan ASN Bojonegoro Diterjunkan dalam Pelaksanaan Ground Check DTSEN

Yana Dwi Kurniya Wati • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:00 WIB
Infografis Pelaksanaan Ground Check DTSEN Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Pelaksanaan Ground Check DTSEN Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan ground check (GC) atau verifikasi lapangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah anomali pada hasil verifikasi dan validasi (verval) data yang berlangsung Januari hingga April lalu.

Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro mencatat sekitar 2.580 aparatur sipil negara (ASN) diterjunkan membantu proses pengecekan data di seluruh desa dan kelurahan se-Bojonegoro.

“Semua OPD sudah bergerak membantu ground check data anomali hasil verval DTSEN sesuai wilayah tugas masing-masing,” kata Kepala Dinsos Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto, kemarin (15/5).

Antok, sapaan akrabnya, menjelaskan, kegiatan GC berlangsung mulai 11 Mei hingga 25 Mei mendatang. Pelaksanaan dilakukan bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa (pemdes), sementara secara teknis dibantu Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Temukan Kesalahan Pencacahan DTSEN, Juga Banyak Data Belum Terisi

Menurut dia, para ASN tetap turun ke lapangan meski di hari libur. Bahkan, beberapa petugas harus menginap di rumah perangkat desa demi mempercepat proses verifikasi.

“Sampai hari ini meski hari libur, banyak teman-teman tetap turun ke desa didampingi perangkat desa. Ada juga yang menginap di rumah perangkat desa seperti di Kecamatan Margomulyo,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing OPD dibagi ke sejumlah kecamatan. Dinas Perhubungan (Dishub) bertugas di Kecamatan Baureno, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PUBMPR) di Kecamatan Balen, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di Kecamatan Margomulyo, Dinas Pendidikan (Dindik) di Kecamatan Sekar, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) di Kecamatan Gondang.

Antok menambahkan, penentuan ASN yang dilibatkan diserahkan kepada masing-masing OPD. Namun, petugas yang diterjunkan diutamakan memiliki kemampuan teknologi informasi (IT).

“Senin dan Selasa kemarin diawali dengan rapat koordinasi di setiap kecamatan. Total ada sekitar 2.580 ASN yang dilibatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Bojonegoro Welly Fitrama membenarkan keterlibatan seluruh OPD dalam ground check DTSEN. Menurut dia, tugas OPD di lapangan adalah mendampingi petugas pencacah lapangan (PCL) dan petugas pemeriksa lapangan (PML).

“Dishub mendapat wilayah tugas di Kecamatan Baureno,” pungkasnya.

Kepala Desa Sukorejo Meyke Lelyanasari mengatakan, ground check DTSEN tidak melibatkan desa. Namun, pemkab menerjurkan langsung ASN untuk melaksanakannya. ‘’Memang banyak ditemukan anomali data. Misalnya, dalam satu rumah ada belasan tabung elpiji 12 kg. Padahal, tidak buka usaha,’’ tuturnya. (yna/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#asn #Ground Check #aparatur sipil negara #bojonegoro #DTSEN