RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hari Raya Idul Adha diperkirakan berlangsung sekitar tiga minggu lagi, tepatnya pada 27 Mei mendatang. Menjelang momen tersebut, peternak domba mulai kebanjiran pembeli. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga domba hingga sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.
Asari, peternak domba asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, mengatakan kenaikan harga mulai terasa menjelang Iduladha. Besarannya berkisar antara 20 hingga 30 persen.
“Harga yang sebelumnya Rp2 juta kini naik menjadi Rp2,5 juta. Sementara yang semula Rp1,5 juta naik menjadi Rp2 juta,” ujarnya.
Asari menjelaskan, kenaikan harga tersebut merupakan hal wajar menjelang Iduladha. Pasalnya, permintaan domba meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. “Secara hukum ekonomi, ketika permintaan meningkat, harga juga ikut naik,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Domba Jantan Mulai Merangkak Naik
Terkait ketersediaan, Asari mengaku stok domba di kandangnya masih cukup melimpah. Hingga saat ini, sekitar 20 ekor domba telah terjual untuk kebutuhan kurban. Selain itu, permintaan untuk kebutuhan akikah juga masih tinggi.
Sementara itu, Rijal Mansyur, peternak asal Kecamatan Kanor, menyebut minat masyarakat terhadap domba kurban masih cukup tinggi. Permintaan mulai berdatangan meski belum terlalu banyak.
“Minat pembeli cukup tinggi. Harga saat ini masih relatif terjangkau,” ungkapnya.
Rijal menambahkan, harga domba mulai merangkak naik menjelang Iduladha, dengan kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa. “Kenaikan sudah mencapai sekitar 20 persen dari harga sebelumnya,” pungkasnya. (irv/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko