Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Potensi Banjir di Kapas Masih Mengintai kecamatan Kapas: DPUSDA Bakal Normalisasi Tiga Sungai, Juga Berkoordinasi dengan BBWS

Hakam Alghivari • Senin, 16 Februari 2026 | 07:00 WIB
BANJIR: Jalan poros Kecamatan Kapas tergenang banjir pada Rabu lalu (11/2). Juga tercatat 568 KK rumahnya tergenang.
BANJIR: Jalan poros Kecamatan Kapas tergenang banjir pada Rabu lalu (11/2). Juga tercatat 568 KK rumahnya tergenang.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Walau banjir di wilayah Kecamatan Kapas sudah surut. Namun, potensi banjir susulan masih bisa terjadi. Terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di bagian hulu. Ditambah masih ada sumbantan di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Kapas. Mulai dari Sungai Kali Loro, Kedunggigil, serta Karanglo.

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Bojonegoro berencana melakukan normalisasi di tiga sungai tersebut. Sehingga, banjir tidak kembali terjadi.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, bahwa banjir bisa terjadi kalau turun hujan dengan intensitas tinggi di bagian hulu. Juga masih ada sumbatan di sepanjang aliran sungai Kali Loro dan dua anak sungainya genangan bisa terjadi kembali. ‘’Anak sungai Kali Loro (masih ada sumbatan) yaitu Kedunggigil dan Karanglo,” jelasnya.

Helmy menjelaskan, walau banjir masih bisa terjadi kembali. Namun, sepanjang elevasi Bengawan Solo itu rendah, maka banjir masih bisa cepat surut. Menurut Helmy, DPUSDA Bojonegoro akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Satker OP IV Bengawan Solo untuk mencari solusi.

Termasuk kemungkinan diperlukan normalisasi di Sungai Kedunggigil, Karanglo dan Kali Loro. Helmy menambahkan, untuk penanganan banjir di areal persawahan Desa Tikusan sudah dioperasionalkan pompa portabel dan Jumat (13/2) sudah surut.

Juga berdasarkan informasi dari pihak pemerintah desa (pemdes) ada sekitar 25 hektare (ha) padi siap panen yang berada di selatan rel dapat terselamatkan. Pada Rabu (11/2) lalu banjir terjadi di tujuh desa di Kecamatan Kapas.

Mulai dari Desa Wedi, Kalianyar, Tikusan, Sukowati, Bakalan, Mojodeso, serta Semanding. Sekitar 568 KK rumahnya tergenang. Mulai ketinggian 20 sentimeter (cm) hingga 60 meter.  Banjir terjadi akibat hujan deras yang membuat beberapa sungai di wilayah Kapas meluap. Mulai dari Kedunggigil, Karanglo, dan Kali Loro. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#banjir susulan #kapas #DPUSDA Bojonegoro #sumber daya air #Sungai #banjir #bojonegoro #Normalisasi #potensi banjir