RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kekosongan sekitar 180 kursi kepala sekolah di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tak kunjung diisi.
Padahal tahapan dan proses pengisian sudah berlangsung hampir setahun. Tepatnya dimulai dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) bakal calon kepala sekolah (BCKS) pada Juni 2025 lalu.
Padahal saat ini sudah terdapat 156 calon kepala sekolah tersedia. Disdik mengklaim masih menunggu persetujuan tim pertimbangan. Mulai dari dewan pendidikan dan badan kepegawaian nasional (BKN).
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Bojonegoro Fatur Rohim mengatakan tahapan dan proses pengisian kekosongan kursi kepala sekolah memang lama. Terlebih mutasi, promosi, dan penghentian sekarang bersamaan.
Rohim menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 180 kursi kepala sekolah kosong. Baik di jenjang TK, SD, maupun SMP. Termasuk kepala sekolah yang akan selesai periode penugasan.
Menurut Rohim saat ini tersedia 156 calon kepala sekolah yang siap mengisi kekosongan. Calon kepala sekolah tersebut hasil diklat tahun lalu. Baik dari APBN maupun APBD.
Rohim mengaku Sistem Informasi dan Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK) sudah dibuka. Namun disdik belum menginput data calon kepala sekolah yang akan mengisi kekosongan. Sebaliknya, masih menunggu persetujuan tim pertimbangan. Sehingga masih menunggu hasil persetujuan tersebut.
''Tim pertimbangan terdiri dari dewan pendidikan hingga BKN," ungkapnya.
Terkait target waktu pengisian, Rohim mengaku pengisian kekosongan kursi kepala sekolah diperkirakan baru bisa dilakukan pada Maret mendatang.
Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro periode 2021-2025, Ridwan Hambali mengatakan, saat ini dewan pendidikan sedang vakum. Terlebih surat keputusan (SK) kepengurusan berakhir tahun lalu.
''Sekarang sedang proses pemilihan pengurus baru," ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana