RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rencana pembangunan rumah sakit khusus kanker (RS Onkologi) di Kabupaten Bojonegoro resmi dihentikan, sementara alih fungsi bangunan menjadi RSUD Kalitidu juga belum akan direalisasikan pada tahun ini.
Padahal, bangunan rumah sakit tersebut telah berdiri di lahan bekas kompleks The Residence di Jalan Raya Bojonegoro–Cepu, Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Bahkan, pembangunan sejak 2023 telah menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, penghentian RS Onkologi dilakukan untuk menyesuaikan regulasi baru yang tidak lagi mengakomodasi rumah sakit dengan layanan spesifik. “Rencana RS onkologi batal, dan bangunan akan jadi RSUD Kalitidu,” terangnya.
Menurutnya, ke depan pemerintah tidak lagi mengembangkan rumah sakit khusus. “Karena sesuai ketentuan, ke depan tidak ada lagi rumah sakit khusus,” jelas Ninik kemarin (20/1).
RSUD Kalitidu nantinya direncanakan bertipe D dengan layanan kesehatan jiwa. Namun, pembangunan RSUD Kalitidu belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Selain karena kebijakan efisiensi anggaran, bangunan eks RS Onkologi tersebut masih membutuhkan banyak pembenahan sebelum bisa difungsikan sebagai rumah sakit umum.
“Belum tahun ini, karena ada efisiensi. Sementara saat ini bangunan masih perlu banyak pembenahan,” pungkasnya.
Diketahui, pembangunan proyek RS Onkologi yang mulai dikerjakan sejak 2023 telah mencapai pembangunan tahap dua dengan pagu anggaran sekitar Rp 19 miliar melalui APBD 2024, namun tidak lagi dianggarkan pada APBD 2025. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana