Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Pencari AK-1 di Bojonegoro Membludak Jelang Pendaftaran CPNS 2003

M. Irvan Romadhon • Minggu, 30 November 2025 | 16:05 WIB

 

ANTRE: Antrean panjang permintaan kartu kuning atau AK-1 jelang pendaftaran CPNS 2003 untuk persyaratan rekrutmen CPNS saat itu.
ANTRE: Antrean panjang permintaan kartu kuning atau AK-1 jelang pendaftaran CPNS 2003 untuk persyaratan rekrutmen CPNS saat itu.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) selalu diminati masyarakat sejak dulu. Termasuk pada 2003 lalu. Hal tersebut terlihat dari membludaknya permintaan kartu kuning atau AK-1 jelang pendaftaran CPNS di November 2003.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, pada 4 November 2003 ratusan orang mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bojonegoro sejak pukul 08.00. Semakin siang orang untuk mengurus AK-1 untuk kelengkapan persyaratan CPNS kian banyak.

‘’Mumpung pembukaan pendaftaran belum mulai. Kami cepet-cepetan ngurus kartu kuning,” jelas salah satu pencari kartu kuning asal Kecamatan Sumberrejo kala itu.

Kepala Disnakertrans Bojonegoro saat itu Bambang Budi Santoso melalui Kasi Penempatan Tenaga Kerja Sukardi mengakui bahwa antusiasme warga Bojonegoro terdapat lowongan CPNS tahun ini benar-benar tinggi.

Menurut Sukardi, sejak pukul 07.00 hingga 12.00 telah melayani sekitar seribu pencari kartu kuning. Pada hari berikutnya jumlah pencari kartu kuning terus bertambah. Terlebih yang mengetahui lowongan CPNS lebih banyak.

Disnakertrans mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait permohonan kartu kuning. Salah satunya menyiapkan 10 ribu lembar kartu kuning untuk melayani pemohon. Selain itu, untuk mengantisipasi antrean di loket layanan, pihaknya juga membuka layanan menjadi tiga loket. Dari jenjang SMP dan SMA, sarjana, dan SMK.

Sementara itu, di halaman Kantor Pos dan Giro Bojonegoro di Jalan Trunojoyo juga dipenuhi warga. Mereka melihat pengumuman lowongan CPNS. Baik pria maupun wanita, terlihat mencatat sejumlah persyaratan untuk mendaftar CPNS.

Sedangkan, setelah dua tahun tidak merekrut pegawai baru, Pemkab Lamongan membuka pendaftaran CPNS 2003. Jumlah pegawai yang direkrut 193 orang.

‘’Perekrutan CPNS sesuai instruksi pemerintah pusat melalui badan kepegawaian daerah (BKD) yang suratnya kami terima,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan yang kala itu dijabat Bambang Kustiono.

Menurut Bambang, perekrutan CPNS kali ini dilakukan secara ketat. Dimulai dengan pendaftaran yang dibuka 10 dan 11 November. Dilanjutkan seleksi administrasi.

‘’Hanya pendaftar yang memenuhi kualifikasi yang ditentukan yang diproses,” ujarnya.

Hasil seleksi administrasi itu, diumumkan 17 November. Pengumuman dilakukan dengan tiga cara. Dikirim langsung kepada masing-masing pendaftar, dipasang di seluruh kantor kecamatan, serta semua kantor pos di wilayah Lamongan.

Seleksi selanjutnya tes tulis pada 20 November di tempat yang ditentukan. Kemudian peserta seleksi yang diterima diumumkan 29 November.

‘’Seluruh proses pendaftaran sama sekali tidak dipungut biaya, kecuali untuk prangko surat yang dibeli di kantor pos,” jelasnya.

Kepala Kantor Pos Bojonegoro ketika itu Slamet Basuki mengatakan berkaitan CPNS menyediakan amplop yang sudah terdapat tulisan tujuan surat, yakni Bupati Lamongan.

Tujuannya mempercepat pengiriman surat lamaran dengan diberlakukan surat perlakuan khusus dengan biasa Rp 7.500. Sedangkan biaya surat balasan tercatat yang harus dilampirkan pelamar Rp 3.500.

‘’Untuk keperluan itu, kami membuka kantor hingga pukul 24.00 untuk kantor lamongan dan pukul 15.00 untuk kantor cabang di kecamatan,” jelasnya. (irv/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kartu kuning #bojonegoro #lamongan #2003 #Radar History #cpns #AK1 #Disnakertrans