RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kereta api masih menjadi pilihan utama warga Kabupaten Bojonegoro untuk bepergian ke Kota Surabaya.
Selain cepat dan nyaman, tarif tiket yang terjangkau, yakni hanya Rp 13.000, menjadi alasan kuat mengapa moda transportasi ini tetap diminati masyarakat.
Setiap harinya, ratusan penumpang memadati Stasiun Bojonegoro untuk menggunakan layanan kereta lokal yang menghubungkan daerah mereka dengan Surabaya.
Dengan waktu tempuh sekitar dua jam, perjalanan kereta dianggap lebih praktis dibandingkan transportasi lain, seperti bus atau kendaraan pribadi, yang kerap terhambat kemacetan lalu lintas.
“Kalau naik bus bisa sampai tiga jam lebih, belum lagi kalau macet. Dengan kereta, lebih cepat dan pasti sampai tepat waktu. Harganya juga sangat murah, hanya Rp 13.000,” ujar Siti Aminah, salah satu penumpang asal Kecamatan Baureno, Minggu (7/9/2025).
Keunggulan lain yang dirasakan masyarakat adalah kenyamanan fasilitas dan jadwal keberangkatan yang cukup rutin.
Kereta lokal Bojonegoro–Surabaya melayani beberapa kali perjalanan dalam sehari, sehingga memudahkan masyarakat yang bekerja, bersekolah, maupun memiliki keperluan lain di Surabaya.
Dengan kombinasi harga murah, waktu tempuh efisien, serta kenyamanan yang ditawarkan, kereta api lokal Bojonegoro–Surabaya diperkirakan akan tetap menjadi transportasi favorit masyarakat dalam waktu yang lama.
Diketahui, berdasar laporan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan penumpang pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada Jumat (5/9/2025), tercatat sebanyak 1.996 penumpang menggunakan layanan kereta api di Stasiun Bojonegoro, terdiri atas 746 penumpang naik dan 1.250 penumpang turun.
Lalu, secara kumulatif, pada periode 4-7 September 2025, jumlah penumpang di Stasiun Bojonegoro mencapai 6.471 orang, dengan rincian 3.359 penumpang naik dan 3.112 penumpang turun.
Puncak arus penumpang terjadi pada 5 September, dengan lonjakan 746 keberangkatan dan 1.250 kedatangan.
Destinasi favorit penumpang antara lain Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Banyuwangi, yang terhubung melalui layanan KA jarak jauh. (lul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko