RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harapan baru kembali berhembus bagi para tenaga honorer di Bojonegoro. Pemerintah pusat menyiapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2025 dalam skema PPPK paro waktu. Skema ini juga menyentuh Kabupaten Bojonegoro.
Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro telah resmi mengajukan formasi. “Kabupaten Bojonegoro mengajukan 48 orang,” ungkap Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur BKPP Bojonegoro Daniar Surya Adi Permana.
Menurut dia, pengajuan pada 25 Agustus lalu, formasi itu terbagi menjadi dua bidang utama. “Ada 36 guru, dan sisanya (12) tenaga teknis,” jelas Daniar.
Guru masih menjadi kebutuhan terbesar, mengingat sektor pendidikan tetap menjadi prioritas daerah, sedangkan tenaga teknis diperlukan untuk mendukung jalannya pelayanan pemerintahan.
Menariknya, para calon yang diajukan tidak perlu lagi mengikuti tes seperti seleksi PPPK penuh waktu. “Karena seluruhnya yang diajukan merupakan peserta PPPK, yang memenuhi syarat namun belum mendapat formasi,” imbuhnya.
Selain itu, disinggung terkait jumlah PPPK paro waktu yang diajukan, hal tersebut menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan. “Harus ada dua itu (kebutuhan dan kemampuan), karena sebagian besar tenaga honorer sudah terokomodir di PPPK tahap 1 dan 2 kemarin,” pungkas Daniar.
Sebagai perbandingan, pada rekrutmen PPPK 2024 lalu, Bojonegoro mendapat jatah besar dengan total kuota 4.001 pegawai, yang terbagi dalam dua gelombang. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana