RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro pastikan dana desa (DD) Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem sebanyak Rp 909 juta hangus tahun ini.
Tidak dapat dicairkannya DD salah satu Desa Mandiri tersebut karena sampai dengan batas waktu yang ditentukan, Desa Drokilo tidak memenuhi syarat untuk penyaluran.
“Tahun ini Desa Drokilo dipastikan tidak bisa mengajukan penyaluran DD karena sampai batas waktu tidak dapat menyampaikan syarat salur tahap 1,” ujar Kepala KPPN Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno.
Berdasar data dari KPPN Bojonegoro, total pagu DD Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem sebesar Rp 909 juta. Meliputi, pagu bantuan langsung tunai (BLT) untuk 26 keluarga penerima manfaat (KPM) sekitar Rp 93.6 juta; Rp 196.5 juta untuk ketahanan pangan; Rp 109 juta untuk penanganan stunting.
Rp 10 juta untuk proklim; Rp 10 juta untuk teknologi informasi (TI); Rp 443.5 untuk padat karya. Dengan jumlah earmark sebesar Rp 862.8 juta. Kemudian, non earmark satu Rp 27.9 juta dan non earmark dua Rp 18.6 juta.
Menurut Teguh sapaannya, batas waktu penyampaian syarat salur terjadwal hingga 16 Juni 2025 lalu. Salah satu syarat yang tidak disampaikan oleh Desa Drokilo, yakni laporan pertanggungjawaban (LPJ) penyaluran BLT baru yang tidak disampaikan 12 bulan.
Juga, LPJ lainnya. Sehingga, DD Desa Drokilo dapat dipastikan hangus untuk tahun ini.
“Artinya, setiap tahun DD di Bojonegoro tidak bisa optimal. Karena selalu ada desa yang tidak salur. Tahun lalu, Desa Talok. Sekarang, Desa Drokilo,” terangnya.
Dia melanjutkan, setelah hangus pada tahun sebelumnya, DD Desa Talok telah kembali disalurkan tahun ini. Telah salur DD Desa Talok tahap 1 untuk earmark Rp 394.4 juta dan Non Earmark Rp 61.1 juta.
“Dari total pagu Rp 810 juta untuk DD Desa Talok tahun ini,” pungkasnya. (ewi/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana