RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Puncak kepulangan jemaah haji Bojonegoro terjadi mulai 1 Juli mendatang. Para jemaah akan diangkut dari Makkah menuju Madinah pada 10 hari sebelum keberangkatan. Sebelum itu, para jemaah diwajibkan melakukan tawaf wada.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik menyampaikan, 10 hari sebelum kepulangan ke Tanah Air, jemaah haji akan diangkut menuju Madinah. Sehingga, hari-hari ini jemaah haji Bojonegoro tengah bersiap-siap menuju Madinah.
“Sebelum diangkut ke Madinah. Maka, ada satu kewajiban bagi jemaah haji untuk melakukan tawaf wada,” ujarnya.
Tawaf wada merupakan tawaf perpisahan karena jemaah haji akan meninggalkan kabah di Masjidil Haram. Sehingga, hukumnya wajib bagi jemaah haji.
Pelaksanaan tawaf wada tidak wajib memakai pakaian ihram. Bisa dilakukan dengan pakaian biasa. Caranya, berputar mengelilingi kabah tujuh kali dan tidak dilanjutkan dengan melakukan sai.
Tawaf wada hukumnya wajib bagi seluruh jemaah haji. Kecuali, untuk jemaah haji perempuan yang sedang menstruasi.
“Yang perlu diperhatikan, waktunya, kalau diangkut dari Makkah ke Madinah jam 6 pagi waktu Arab Saudi (WAS). Maka, tawaf wada dilakukan sekitar jam 2 malam WAS,” terangnya.
Setelah melakukan tawaf wada, jemaah langsung pulang menuju hotel. Tidak perlu salat subuh berjamaah di masjid karena sudah melakukan tawaf perpisahan. Salat bisa dilakukan di hotel atau musala terdekat.
Selain itu, jemaah juga dilarang tidur, melakukan jual beli seperti emas hingga pakaian, kecuali kalau membeli makanan untuk dimakan. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kesempurnaan dalam menjalankan ibadah haji.
“Suasana ini tentu berlinang air mata. Karena jemaah sudah harus pulang ke tanah air, meninggalkan rumah Allah. Jadi, harus dilakukan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (ewi/zim)
Editor : M. Nurkhozim