BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Keberadaan playground (tempat bermain anak) di Bojonegoro menjamur, tersedia hampir di setiap kecamatan. Bahkan terdapat kecamatan yang ada dua hingga lima titik.
Untuk bermain di playground, anak-anak dikenakan biaya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 60.000. Keberadaannya dinilai bisa menjadi alternatif tempat bermain anak.
Sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menatap layar perangkat elektronik (screen on time) anak. Termasuk dalam menggunakan gawai. Terlebih ketika libur lebaran.
Mifta, salah satu pengusaha playground membuka tempat bermain anak karena perkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif bagi anak. Salah satu dampak negatif adalah anak semakin banyak bermain menggunakan gadget. Sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan gangguan emosional lainnya.
Perempuan 32 tahun tersebut menilai diperlukan tempat khusus bagi anak untuk bermain. Sehingga bisa mengoptimalkan kemampuan fisik. Juga kemampuan sosial dan berinteraksi dengan orang lain
‘’Dengan bermain di playground anak-anak menjadi lebih aman karena dapat diawasi dan mengembangkan kreativitasnya melalui fasilitas pembelajaran,” ujarnya.
Devi, salah satu orang tua mengatakan, keberadaan playground yang mulai banyak, menjadi altenatif tempat bemain untuk anak. Terlebih masih minim jumlah tempat bermain anak umum di Bojonegoro. Jika ada permainan yang tersedia terbatas.
‘’Adanya playground tempat bermain anak lebih variatif. Walau harus membayar namun sesuai dengan fasilitas didapatkan,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana