Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Wali Siswa Harap Distribusi Lebih Awal dan Gizi Terjaga

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 13 Januari 2025 | 17:55 WIB
DISTRIBUSI MAKANAN: Dua mobil boks SPPG Bojonegoro setiap Senin-Jumat mengantarkan makanan bergizi gratis sebanyak 2.996 porsi di 21 titik. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
DISTRIBUSI MAKANAN: Dua mobil boks SPPG Bojonegoro setiap Senin-Jumat mengantarkan makanan bergizi gratis sebanyak 2.996 porsi di 21 titik. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bojonegoro telah berjalan satu minggu, tepatnya pada Senin lalu (6/1). Ada aneka testimoni dari siswa, wali siswa, hingga sekolah. Mengingat program MBG akan dievaluasi secara bertahap


SALAH satu testimoni terhadap realisasi program MBG di Bojonegoro sejak Senin lalu (6/1) ialah pendistribusian yang terbilang terlalu siang. Akibatnya, kerap kali makanan tidak dihabiskan oleh para siswa.

Anik Suci salah satu wali siswa SDN Kauman 1 Bojonegoro mengatakan, sebagai orang tua tentu merasa senang dengan adanya program MBG. Karena sedikit banyak meringankan beban orang tua yang biasanya setiap pagi harus menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak sekolah.

’’Soal MBG, saya sebagai orang tua sangat senang dengan program ini,” ujarnya kemarin (12/1). Menurutnya, terkait menu makanan dalam program MBG yang didapatkan anaknya, ia tidak fokus pada nominal. Namun, lebih fokus pada jenis-jenis masakannya.

Karena sang anak termasuk pemilih perihal makanan. Jadi, dengan adanya program ini diharapkan sang anak bisa terpaksa makan menu yang diberikan. Sehingga, bisa menjadi suka. Namun, diharapkan ke depan menu dalam MBG lebih sering diadakan sayur berkuah.

’’Saya senang walaupun ini menunya oseng kangkung. Berharap anak saya bisa terpaksa makan dan jadi suka. Saran ke depannya, sayur berkuahnya juga lebih sering, seperti saat pertama dulu ada sayur sup,” tuturnya.

Berdasar informasi dari sang anak, Anik sapaannya menyampaikan, pembagian makanan dalam program MBG terlalu siang. Tepatnya, dibagi saat jam pembelajaran setelah istirahat. Sehingga, anak-anak acapkali sudah terlanjur bekal makanan saat jam istirahat.

Hal tersebut mengakibatkan makanan yang dibagi sering tidak dihabiskan. Karena siswa merasa sudah kenyang. ’’Informasi dari anak saya, pembagiannya terlalu siang. Jadi sudah terlanjur makan pas istirahat. Waktu pembagian dia sudah agak kenyang, akhirnya tidak habis,” bebernya.

Filda salah satu siswa SMAN 2 Bojonegoro menilai program MBG bisa mengurangi pengeluaran uang jajan. Sehingga, uangnya bisa disisihkan untuk ditabung. ’’Senang dan bersyukur, bisa mengurangi uang jajan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Aliesya Rakhi Ayu Putri Lukmana siswa SMAN 2 Bojonegoro, adanya program MBG sangat menguntungkan. Karena uang saku tidak berkurang untuk membeli makanan. Selain itu, menu makanan lengkap, terdiri atas protein, buah, sayur, dan mendapatkan susu. ’’Semoga program tersebut dilanjutkan,” ungkapnya.

Menurut siswa kelas X tersebut, program MBG sedikit meringankan beban orang tua. Sebelum ada program itu, ibunya terbiasa bangun pagi bikin bekal buat sekolah. Sementara, sekarang tidak.

Terpisah, Kepala SLBN Sumbang Bojonegoro Istijani mengatakan, selama pelaksanaan seminggu ini berjalan tertib dan bagus. Selain itu, menu yang diberikan dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa. ’’Semoga dilanjutkan terus,” ungkapnya.

Istijani menjelaskan, 90 persen wali siswa SLBN Sumbang merupakan keluarga dengan ekonomi lemah. Sehingga, program MBG membantu mereka untuk mengurangi pengeluaran. ’’Menyenangkan bagi siswa dan orang tua,” ujarnya.

Terkait dampak pada kantin di sekolah, Istijani mengaku kantin di SLBN Sumbang hanya menjual makanan ringan dan minuman. Sehingga, tidak berdampak.

Kepala SDN Kauman II Puryanto mengatakan, program MBG membantu kesehatan siswa dengan asupan makan siang bergizi. Selain itu, membantu wali siswa agar tidak perlu menyiapkan bekal.

’’’Semoga program makan gratis dari uji coba sampai pelaksanaannya yang sesungguhnya dapat berlanjut,” ungkapnya. Pihaknya meminta kualitas gizi MBG ke depan harus tetap terjaga. Sehingga, kebutuhan asupan gizi siswa bisa terpenuhi dengan baik.

Tentu dengan asupan gizi yang baik berdampak pada prestasi siswa. Menurut Puryanto, program MBG justru berdampak pada pendapatan kantin sekolah. Namun, mengatur waktu istirahat siswa dan makan siang, agar siswa bisa tetap membeli makanan ringan atau minum di kantin. ’’MBG diberikan waktu siang. Waktu istirahat siswa tetap boleh jajan di kantin,” ujarnya. (ewi/irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sumbang #SMAN 2 Bojonegoro #SLBN #sup #evaluasi #wali siswa tanam pohon #bekal #SDN Kauman #menu #asupan gizi #distribusi #makan siang #uang saku #kantin #Istirahat #Ekonomi #sarapan #uang jajan #nominal #Makan Bergizi Gratis #anak sekolah #Siswa #bojonegoro #orang tua #sayur #Sekolah #Mbg #kebutuhan gizi #Makanan #prestasi #testimoni