Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bermekaran Indah, tapi Tidak Rindang: Total 3.971 Pohon Tabebuya dan Pule Tertanam di Kota Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 30 September 2024 | 17:50 WIB
CANTIK: Pemandangan bunga tabebuya bermekaran di tiap jalan protokol mampu mempercantik Kota Bojonegoro. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
CANTIK: Pemandangan bunga tabebuya bermekaran di tiap jalan protokol mampu mempercantik Kota Bojonegoro. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Warna-warni bunga tabebuya bermekaran di sepanjang jalan kota Bojonegoro. Tidak hanya mempercantik, pohon dominan dengan bunga warna putih dan merah muda ini juga memikat masyarakat. Namun, dari sisi kerindangan masih kurang optimal.

Ketua World Cleanup Day (WCD) Bojonegoro Endang Riya menilai pohon tabebuya memang memiliki kelemahan dan kelebihan. Menurutnya, penanaman pohon tabebuya di sepanjang jalan protokol ini juga turut menjaga trotoar.

Karena akar dari pohon tabebuya tidak merusak trotoar, beda dengan pohon sebelumnya. ’’Jadi, selain mempercantik kota, akarnya juga tidak merusak,” ujarnya. Ria melanjutkan, pohon tabebuya bisa tumbuh di iklim kering atau tropis.

Jadi, tanaman ini mudah beradaptasi dengan cuaca panas dan kering, seperti Bojonegoro. Tabebuya mekar dari musim kemarau ke musim penghujan. Dengan daun yang tidak cepat berguguran, sehingga tidak terlalu mengotori area penanaman.

’’Di musim kemarau saat ini sedang bermekaran. Kalau dilihat dari sisi Instagramable sangat bagus karena mempercantik nuansa kota kita,” tambahnya. Meski memiliki manfaat-manfaat tersebut, namun apabila dilihat dari segi kerindangan, pohon tabebuya masih kalah dengan pohon-pohon yang telah ditebangi sebelumnya, pohon angsana.

Pohon-pohon sebelumnya memberikan kerindangan hingga terlihat adem. Namun, sekarang lumayan panas karena daun tabebuya tidak selebat pohon sebelumnya.

’’Kalau untuk mempercantik kota, oke. Tapi, harapannya ke depan bisa lebih dikasih pohon yang berfungsi untuk memperindang. Sehingga, kita dapat enaknya, sejuknya, dan indahnya. Jadi, Bojonegoro tidak sepanas ini lagi,” bebernya.

Berdasar data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, total terdapat 3.971 pohon tabebuya dan pule di Bojonegoro. Pada masa penanaman 2021 sebanyak 444 pohon. Selanjutnya, 2.442 pada 2022, 587 pohon pada 2023, dan 498 penanaman pada 2024.

’’498 untuk 2024. Meliputi, Jalan Mayangkoro sebanyak 32 batang tabebuya dan batang 15 pule, Jalan Rajawali 85 batang tabebuya dan 28 batang pule, Jalan Lettu Suwolo 172 batang tabebuya dan 32 batang pule, dan Jalan Rajekwesi sebanyak 107 batang tabebuya dan 27 batang pule,” papar Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas PKPCK Iwan Maulana. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tabebuya #WCD #pohon #jalan #kering #warna warni #pule #bunga #iklim #bojonegoro #Bermekaran #tropis #indah #kota