BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kuota pupuk subsidi di Kabupaten Bojonegoro tahun ini ditambah, dari alokasi sebelumnya sekitar 56.784 ton menjadi 120.687 ton.
Sehinggam terdapat penambahan sekitar 63.903 ton. Sudah mulai didistribusikan sejak Juni tahun ini.
Berdasar data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, terdapat tambahan jumlah pupuk subsidi di Bojonegoro. Meliputi, alokasi pupuk Urea semula 35.284 ton menjadi 60.300 ton atau terdapat tambahan sekitar 25.016 ton.
Kemudian, alokasi pupuk NPK (Nitrogen, Phospat, dan Kalium) bertambah sekitar 24.446 ton. Yakni, dari alokasi semula 21.500 ton menjadi 45.946 ton. Sedangkan, untuk pupuk organik yang sebelumnya tidak ada alokasi, mendapat jatah tambahan 14.441 ton saat ini.
‘’Sejak Juni sudah ada tambahan,’’ ujar Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti.
Dia menyampaikan, kecukupan pupuk subsidi berdasar sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) sebanyak 156.319 ton, dengan jumlah alokasi sekitar 120.441 ton. Atau mencapai sekitar 75,75 persen.
Meliputi, kecukupan pupuk Urea telah mencapai 90,21 persen. Yakni, dari sebanyak 66.838 ton kebutuhan, telah terpenuhi 60.300 ton dari alokasi.
Selanjutnya, kecukupan pupuk NPK mencapai 62,78 persen. Dengan rincian, sebanyak 73.187 ton kecukupan, mendapat alokasi sekitar 45.946 ton. Kemudian, kecukupan pupuk organik telah mencapai 88,63 ton persen. Yakni, dari 16.294 ton kecukupan, telah teralokasi sekitar 14.441 ton.
‘’Sejauh ini tidak ada kendala dalam distribusi pupuk subsidi,’’ pungkasnya.
Salah satu petani asal Kecamatan Dander Eko menyambut senang adanya penambahan jatah pupuk subsidi untuk para petani di Bojonegoro tahun ini. Mengingat, hampir di setiap musim tanam, ketersediaan pupuk selalu menjadi keluhan petani. Bahkan, tak jarang para petani membeli pupuk nonsubsidi dengan harga mencapai sekitar Rp 350.000 perkarung.
‘’Saat ini pupuk subsidi masih dikeluarkan oleh kelompok tani. Jadi, masih menunggu, barangkali jatah pupuk subsidi yang diberikan mencukupi. Namun, apabila masih kurang, terpaksa membeli pupuk nonsubsidi seperti sebelumnya,’’ katanya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana