BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengguna jalan di Kabupaten Bojonegoro, perlu waspada. Sebab, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terus meningkat dari tahun ke tahun. Adapun selama setahun ini sebanyak 231 nyawa melayang di jalan raya.
Angka tersebut naik 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara, jumlah korban meninggal pada 2022 mencapai 199 jiwa, dan sudah terjadi peningkatan dibanding 2021 yakni, 139 korban jiwa.
’’Korban meninggal dunia (MD) di tahun 2023 meningkat 16,08 persen atau 32 kasus dibanding tahun 2022,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto.
Menurutnya, tingginya angka laka lantas dan jumlah korban meninggal, menjadi pekerjaan rumah bagi Satlantas Polres Bojonegoro. Selain itu, setelah dilakukan pengamatan dan penelitian, penyebab serta peluang terjadinya laka lantas bervariasi. ’’Baik sarana-prasarana jalan, penerangan, maupun jalan rusak,” ungkap Kapolres.
’’Ke depan Satlantas Polres Bojonegoro akan koordinasi langsung dengan Dishub (Dinas Perhubungan) Bojonegoro, karena terkait sarana-prasarana, yang berhak dan dapat mengadakan adalah dishub,” imbuh Kapolres dalam Konferensi Pers akhir tahun yang digelar di Mapolres Bojonegoro kemarin (29/12).
Pada kesempatan tersebut, Polres Bojonegoro juga menyampaikan bahwa jumlah pelanggaran lalu lintas di tahun 2023 mengalami penurunan 63,33 persen. Yaitu, dari 2022 sebanyak 3.805 pelanggaran sedangkan pada 2023 sebanyak 1.395 pelanggaran. Sementara, jumlah pelanggar lantas terbanyak yakni tidak memakai helm 730 pelanggar. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari