Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Silpa Bojonegoro Tembus Rp 3,6 Triliun, Syarat Dana Abadi Pelayanan Publik Harus Tuntas

Hakam Alghivari • Minggu, 29 Oktober 2023 | 17:51 WIB
ADRIYANTO, Pj Bupati Bojonegoro
ADRIYANTO, Pj Bupati Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) di Bojonegoro tembus Rp 3,6 triliun. Sedangkan untuk penyerapan belanja di Kabupaten Bojonegoro baru mencapai sekitar 50 persen pada tahun ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, tingginya silpa di Bojonegoro karena beberapa faktor. Di antaranya, pada waktu peraturan menteri keuangan (PMK) pendapatan untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro ada pada akhir tahun. ‘’Sehingga tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dibelanjakan karena di Desember,’’ ujarnya.

Menurut Nurul, pada tahun ini kemungkinan silpa juga tinggi. Karena untuk belanja pengadaan tanah di Bendungan Karangnongko teranggarkan Rp 362 miliar. Kemungkinan tidak bisa terealisasi secara keseluruhan pada Desa Kalangan dan Ngelo.

‘’Desa Kalangan dari 300 sekian bidang baru terukur 155 bidang. Kemudian, untuk Desa Ngelo baru terukur 38 bidang. Hal tersebut memungkinkan silpa tinggi,’’ paparnya.

Dia melanjutkan, di sisi lain penyerapan belanja di Bojonegoro hingga saat ini baru sekitar 50 persen. Disebabkan oleh beberapa proyek sudah berjalan, namun belum mengajukan invoice. Seperti, pembangunan jalan nasional dan beberapa proyek lainnya.

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, penyebab tingginya silpa saat ini juga dikarenakan harga migas sedang melambung. Harga bisa turun sewaktu-waktu sehingga adanya dana abadi bertujuan untuk hal ini. Namun, tidak mudah membentuk dana abadi karena salah satu syaratnya adalah pelayanan publik di Bojonegoro harus sudah baik semua. ‘’Jangan sampai ada dana abadi, tapi layanan publik belum bagus,’’ ujarnya.

Menurut Pj Bupati, silpa tinggi di Bojonegoro bisa membawa berkah dan disisi lain juga merupakan tantangan. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk modal dalam percepatan pembangunan. Di sisi lain merupakan tantangan dalam pemanfaatan anggaran agar lebih baik.

‘’Tugas utama sekarang adalah mempertajam penggunaan belanja,’’ tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jatim Taukhid mengatakan, silpa di Bojonegoro memang tinggi. Namun, bukan menjadi yang tertinggi di wilayah Jawa Timur. ‘’Tidak lebih tinggi di antara Surabaya dan provinsi. Tapi, untuk ukuran kabupaten, silpa Bojonegoro cukup tinggi,’’ ujarnya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#silpa #Penyerapan #pj bupati #pmk #pemkab bojonegoro #belanja #bojonegoro #Proyek #sisa lebih perhitungan anggaran