Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pelimpah Berpintu Dibangun di Titik Nol Bendungan Karangnongko

Hakam Alghivari • Senin, 23 Oktober 2023 | 20:05 WIB
TITIK NOL : Warga ada di titik nol Bendungan Karangnongko. Bangunan pelimpah berpintu bendungan bakal dibangun di lokasi ini.  (YANA/RDR.BJN)
TITIK NOL : Warga ada di titik nol Bendungan Karangnongko. Bangunan pelimpah berpintu bendungan bakal dibangun di lokasi ini. (YANA/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Proyek strategis nasional (PSN) Bendung Gerak Karangnongko mulai dikerjakan. Ada dua tahapan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Yakni, pengukuran pembebasan lahan dan pengerjakaan konstruksi pelimpah berpintu.

Dua tahap pengerjaan bersamaan itu tidak menganggu satu sama lain. Sebab, pengerjaan konstruksi ada di titik nol bendungan. Titik nol berada di Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo.
‘’Sementara ini sudah dimulai pekerjaan pelimpah berpintu,’’ kata Konsultan PT Rayakonsult, M. Abdullah.

Proyek pengerjaan bendungan ini diperkirakan selesai pertengahan 2025 mendatang. Pengerjaan dipastikan tidak mengganggu aktivitas warga di sekitar Bengawan Solo.

‘’Poin utama Bendungan Karangnongko cita-citanya sebagai penyedia dan pengatrol air di Bengawan Solo. Khususnya di bagian hilir,’’ jelasnya.

Setidaknya ada 6 daerah yang bakal mendapatkan manfaat dibangunya bendungan ini. Yakni, Ngawi, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Daerah-daerah tersebut mendapat manfaat irigasi dan air baku.

Abdullah menjelaskan, berdasar studi terakhir, Tuban hanya mendapat manfaat air baku. Sedangkan, Ngawi sebagai long storage atau bangunan penahan dan penampung air.

‘’Harapannya sampai Lamongan dan Gresik,” bebernya.

Dibangunnya Bendungan Karangnongko dapat menyatukan empat bendungan yang telah dibangun sebelumnya. Yakni, Gongseng, Waduk Pacal, Gondang, dan Prijitan.

‘’Untuk Gondang dan Prijitan ada di Lamongan,’’ tutur pria kelahiran Kecamatan Temayang tersebut.

 

 

 

Abdullah menambahkan, bangunan intake atau pemasok air kanan rencananya berada di balik bukit selatan titik nol dengan luasan mencapai 5.000 hektare. Sedangkan, untuk intake kiri berada di wilayah Blora luasnya 1.700 hektare.

Adanya pembangunan Bendungan Karangnongko dinilai dapat menaikkan indeks pertanaman. Sebab, potensi irigasi mencapai 62.000 hektare.

‘’Pastinya bermanfaat untuk bidang pertanian,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Helmy Elisabeth pada Rabu (18/10).

Berdasar data, pembangunan Bendungan Karangnongko memiliki luas genangan mencapai 1.026,55 hektare. Daya tampung tampungnya 59,1 juta meter kubik. Serta, potensi irigasi Solo Valley Werken atau tanah peninggalan Hindia Belanda mencapai 62.000 hektare.

Terletak di Bojonegoro dan Blora, bendungan dinilai mampu menyediakan air baku untuk Bojonegoro, Blora, Ngawi, dan Tuban.  (yna/zim)

Editor : Hakam Alghivari
#margomulyo #bendungan #ngelo #irigasi #bendung gerak karangnongko #bojonegoro #pelimpah berpintu #kontruksi #penampung air