Kawasan selatan Alun-Alun Bojonegoro tersebut, sebelumnya dihiasi oleh pepohonan besar dan meneduhkan. Pohon sono atau angsana ditanam di bahu jalan di perkotaan sejak 1973 tersebut kini lenyap. Atau sudah 50 tahun.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro hingga Selasa (13/6) masih dilakukan pemangkasan pohon di Jalan Pahlawan. Setelah ditebang, batang pohon diletakkan di aspal jalan. Pohon ukuran lebih dari 20 meter itu kemudian diangkut truk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandy Suprayitno mengatakan, sebanyak 66 pohon di sepanjang Jalan Pahlawan proses penebangan seiring proyek trotoar dan drainase enam trotoar.
Jhoni Susanto, pegiat sejarah di Komunitas Bojonegoro Tempo Doeloe (KBTD) mengatakan, berdasarkan arsip foto di Jalan Pahlawan atau di depan karisidenan Bakorwil pada 1967, saat itu belum ada tanaman angsana, namun pohon flamboyan. Menurutnya, penanaman pohon angsana menjadi program penghijauan era bupati Alim Soedarsono.
Angsana jadi penghijauan pinggir jalan, ditanam sepanjang periode 1973-1978,” bebernya.
Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro Iwan Maulana mengatakan, pemangkasan tahap awal lebih dahulu untuk menghindari kabel PLN dan Telkom. Kalau sudah aman, kemudian baru dipotong,” jelasnya. (dan/rij)