Pengendara enggan membeli secara eceran harganya terpaut. Juga minimnya pedagang eceran memiliki stok BBM memadai. Apalagi, SPBU melarang menjual BBM dengan jeriken. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin sore antrean di SPBU Jetak dan SPBU Leran Kalitidu. Diprediksi kondisi sama di sejumlah SPBU perkotaan.
Nur salah satu pengendara mengatakan, saat ini lebih memilih membeli pertalite di SPBU. Itu dilakukan sejak BBM naik drastis. ‘’Kalau beli di eceran, saat ini terasa harganya (sejak pertalite harganya naik),’’ ujarnya. Rerata saat ini pertalite di pedagang eceran satu liter sekitar Rp 12.000.
Bambang manajer SPBU di Jalan Veteran mengatakan, sekarang ini SPBU tidak melayani jeriken, dampaknya konsumen membeli di SPBU. Sehingga memicu terjadi antrean. Namun, antrean terjadi di waktu-waktu tertentu, ketika volume kendaraan ramai. Seperti pagi dan sore ketika masyarakat berangkat maupun beraktivitas.
Terkait stok BBM, Bambang menjelaskan disesuaikan dengan penjualan setiap harinya.
Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Yusis Krismanto mengatakan setelah kenaikan harga BBM, patroli intens untuk menjaga keamanan dan ketertiban di SPBU. Terlebih antrean pembali masih sering terjadi.
Patroli dilakukan mengantisipasi adanya kericuhan antarpembeli mengantre akibat menyerobot antrean. Pihaknya siap menindaklanjuti ketika ada laporan terkait antrean pembeli di SPBU. “Masyarakat bisa menginformasikan adanya antrean kemudian kami lakukan pengamanan,” bebernya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto