Manajer Bagian Transaksi Energi (TE) PLN Bojonegoro Toha Kusuma mengatakan, konsumsi terbesar listrik untuk industri migas. Jumlahnya sekitar 30 persen dari total konsumsi keseluruhan selama satu tahun. Data tersebut menunjukkan industri terbesar di Bojonegoro pada bidang migas. Terlebih terdapat beberapa perusahaan migas aktif hingga kini.
Menurut Toha, konsumsi listrik untuk satu perusahaan migas mencapai 700 ribu kwh setiap bulan. Untuk nilai tagihannya mencapai Rp 800 juta per bulan. Tentu tarif lebih tinggi dibanding konsumen lainnya. “Layanannya berbeda,” jelasnya.
Perusahaan migas menggunakan layanan khusus. Ketika terjadi pemadaman, listrik di perusahaan tersebut tidak ikut padam. Sebab, terdapat diesel disediakan untuk keadaan tertentu. Sehingga tidak terdampak pemadaman. “Sama sekali tidak merasakan padam, keandalannya terjaga,” ujarnya.
Selain industri migas, dia menjelaskan industri air mineral menempati posisi kedua konsumsi listrik tertinggi. Kemudian disusul rumah sakit, industri sepatu, juga perhotelan. “Perhotelan tidak terlalu besar,” terangnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto