BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah memberikan berbagai bantuan dan insentif keagamaan. Setidaknya ada enam jenis bantuan dan insentif sudah diberikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Sahari itu. Puluhan ribu orang sudah merasakan manfaatnya selama tiga tahun terakhir.
Enam program yang ada di Bagian Kesra itu adalah santunan duka atau Sanduk. Sejak 2019 hingga kini sudah ada 14.265 orang yang menerima manfaat itu santunan duka itu. Mulai saat ini, pelayanan Sanduk lebih mudah sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2021. Pemkab juga sudah menyediakan aplikasinya.
Apilkasi itu bisa diakses di kecamatan. Masyarakat yang mengajukan bantuan program Sanduk bisa langsung datang ke kecamatan untuk mendaftar. Di sana akan dibantu petugas untuk mendaftar sebagai penerima bantuan itu.
Inovasi itu adalah instruksi Bupati Anna Mu’awanah agar memangkas birokrasi pelayanan umum. Sehingga, bisa menghasilkan pelayanan publik yang cepat dan efisien.
Kabag Kesra Sahari mengatakan, saat ini semua insentif sudah dicairkan. Baik untuk ustad, jamaah tahlil, marbot, modin perempuan, hingga ketua takmir. Sedangkan untuk Sanduk prosesnya masih terus berjalan hingga akhir tahun. ‘’Pelayanan untuk Sanduk masih terus berjalan,’’ jelasnya.
Sejek 2019 Bagian Kesra telah memberikan isentif kepada 14.020 orang ustad. Setiap orang menerima anggaran sebesar Rp 100 ribu per bulan. Sedangkan, untuk insentif jamaah tahlil sudah diberikan kepada 5.870 orang dengan nominal Rp 125 ribu per bulan.
Insentif marbot sudah diberikan kepada 8.689 orang. Setiap marbot menerima sebesar Rp 125 ribu per bulan. Kemudian, modin wanita sudah menerima insentif sebanyak 2.009 orang dengan besaran Rp 125 ribu per bulan. Ketua takmir yang menerima sebanyak 1.245 orang dengan besaran Rp 150 ribu per bulan.
‘’Kami harap insentif keagamaan itu bisa membuat mereka semangat,’’ pungkas Sahari.
Mulai hari (1/12) Sahari sudah purnatugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Sahari telah mengabdikan diri di Pemkab Bojoneoro selama 36 tahun.