Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Destinasi Wisata Favorit Untuk Eksplor Sejarah

Indra Gunawan • Selasa, 8 Desember 2020 | 13:40 WIB
Destinasi Wisata Favorit Untuk Eksplor Sejarah
Destinasi Wisata Favorit Untuk Eksplor Sejarah

Radar Tuban - Selain wisata alam yang penuh pesona, Tuban juga memiliki wisata sejarah yang patut dieksplor. Memiliki ber­bagai sejarah menarik untuk digali. Antara lain, sebagai tanah yang pernah berdiri berbagai ke­rajaan dan merupakan saksi bi­su sejarah Sunan Bonang, salah satu Wali Sanga penyebar Islam di tanah Jawa. 


Museum Kambang Putih Tuban meru­pakan satu-satunya tempat wisata berbasis museum. Menya­jikan berbagai koleksi sejarah tentang Tuban dan daerah sekitar­nya. Museum yang berlokasi di Jalan Kartini 3, Tuban ini berdekatan dengan kompleks Makam Sunan Bonang, alun-alun, dan Pantai Bo­om. Museum satu lantai dengan luas sekitar 150 meter persegi ini me­miliki koleksi barang ber­sejarah sekitar 5.774 buah.


Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda­yaan, Pemuda, dan Olahraga (Dis­parbudpora) Tuban Drs. Sulistiyadi, M.M mengatakan, jenis koleksi museum mayoritas peralatan laut yang didapat dari penyelaman di laut, terutama Pantai Boom. Zaman dulu Pantai Boom pernah menjadi pelabuhan terbesar berskala internasional, sehingga menyim­pan banyak benda yang berkaitan dengan perlengkapan kelautan dari berbagai negara.


Menjelang akhir 2020, Museum Kam­bang Putih hadir dengan pameran tem­porer dengan tema Hakikat Becak: Mengayuh dari Masa Lalu hingga kini. Pameran tersebut memberikan edukasi kepada pengunjung tentang ba­gaimana perkembangan becak dari masa ke masa. ‘’Tidak hanya itu, Museum Kam­bang Putih Tuban juga banyak meraih penghargaan mulai tingkat provinsi hingga nasional,’’ jelasnya.


Banyak obyek yang dapat dilihat men­jadi salah satu daya tarik tempat bersejarah ini. Selama ini, sudah ribuan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkun­jung ke museum. Menjadi bukti bahwa Museum Kambang Putih selalu menjadi tempat menarik untuk dikunjungi. Apalagi bagi para penggali dan pecinta sejarah yang ingin belajar dari peninggalan masa lalu.


Selain itu, Kepala UPTD Destinasi Wisata Terpadu Museum Kambang Putih Dra. Santi Puji Rahayu sudah mengantongi sertifikat kompetensi. Dijelaskan Didit sapaan akrabnya, Santi sudah mendapat predikat Kurator Museum oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kebudayaan Kemendikbud pada 24 Agustus 2018 lalu. Hal ini sebagai bukti bahwa Museum Kambang Putih dikelola secara profesional oleh para ahlinya. (yud/ds)


PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH MUSEUM KAMBANG PUTIH:


-Enam Penulis Terbaik (a.n. Rony Firman Firdaus, SS)


Penulisan Deskripsi Koleksi Unggulan Museum Daerah Tahun 2007


Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur. Nomor Piagam : 433 / 2908 / 108.07 / 2007


-Juara Harapan Pertama (a.n. Rony Firman Firdaus, SS)


Presentasi Penulisan Diskripsi Koleksi Unggulan Museum Se-Jawa Timur Tahun 2012 Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Nomor Sertifikat : 432.1 / 11419 / 107.61 / 2012


-Sebagai Motivator Museum Daerah se-Jawa Timur (a.n. Dra. Santi Puji Rahayu) dalam Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Penataan Museum Tahun 2014 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, di Batu, 18 -20 Maret 2014.


-Juara Kategori Stan dengan Pelayanan Terbaik Festival Museum se-Indonesia di TMII 2015.


-Abiweda Musea – Penghargaan Museum Jawa Timur Museum Kambang Putih Tuban kategori Museum Daerah Terbaik 3, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur. Nomor: 432.1/11803/107.61/2015.


-Juara 1 (a.n. Rony Firman Firdaus, SS)


Deskripsi Koleksi Museum pada Museum Expo Jatim 16 – 20 September 2015, Eksotika Benda Koleksi Museum Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur. Nomor Sertifikat : 432.1 / 11804 / 107.61 / 2015.


-Juara Stan Tata Pamer Terbaik Wilayah III meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dalam Pameran Museum Bersama ke-6 di TMII tahun 2018.

Editor : Indra Gunawan