RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mendorong rencana pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Kabupaten Blora. Hal itu perlu dipersiapkan serius agar mampu berkembang hingga bertaraf nasional.
Menurutnya, peluang pembentukan kawasan industri di Blora cukup terbuka, seiring dorongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengusulkan 12 kawasan industri baru. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menyebut, Blora menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengembangkan kawasan industri.
‘’Kalau memang ada peluang kawasan industri, Blora harus siap. Jangan sampai hanya jadi penonton,” ujar Siswanto.
Dia menilai, keberadaan KIT dapat menjadi penggerak ekonomi baru di daerah. Selain menarik investasi, kawasan industri juga dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya.
‘’Dampaknya tidak hanya ke industri, tetapi juga UMKM, perdagangan, transportasi hingga jasa,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Blora Wacana Dirikan Kawasan Agro Industri, Siapkan Lahan 24.000 Hektare
Siswanto mengatakan, kebutuhan lahan minimal sekitar 50 hektare untuk mulai membangun perusahaan di KIT. Selain itu, kesiapan infrastruktur dan regulasi juga perlu diperhatikan agar investor tertarik masuk ke Blora.
‘’Kalau lahannya siap dan akses infrastrukturnya mendukung, tentu peluang investasi lebih besar,” tandasnya.
Siswanto berharap, seluruh pihak dapat bersinergi agar rencana pengembangan kawasan industri tidak berhenti sebatas wacana. ‘’Ini nanti jadi formula percepatan investasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, jumlah kawasan industri di Jawa Tengah masih tertinggal dibanding Jawa Barat. Saat ini Jawa Tengah baru memiliki tujuh kawasan industri, sedangkan Jawa Barat telah memiliki 52 kawasan industri. Karena itu, Pemprov Jateng mendorong pembentukan kawasan industri baru di sejumlah daerah, termasuk Blora. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana